Kukuhkan LAM Kecamatan Pulau Tiga Barat masa khidmat 2022-2027, Wabup Natuna Harapkan Pengurus Jadi Suri Tauladan ditengah Masyarakat

Menjadi pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) selain pengelolaan organisasi secara administrative, tugas terberat adalah menjadikan diri sebagai suri tauladan ditengah masyarakat, panutan dan pelaku utama bagi upaya melestarikan nilai-nilai adat melayu yang didasarkan atas sendi agama islam.

Penetapan anggota LAM, pastinya sudah melalui proses penilaian kepantasan dan kepatutan serta kualitas secara pribadi ditengah lingkungan masyarakat melayu untuk mengemban tugas menjaga, menggali dan mengkaji nilai -nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat melayu.

Untuk itu, keberadaan LAM kedepan harus benar-benar difungsikan bagi mengangkat Kembali marwah melayu di tanah bertuah ini, sebagai tameng filter terhadap kemajuan pembangunan yang sedang terjadi secara beriringan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda dalam sambutannya pada acara Pelantikan LAM Kecamatan Pulau Tiga Barat masa hikmad 2022-2027, yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, selasa (2/09) lalu.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya salah satu Anggota DPRD dapil Kecamatan Pulau Tiga Barat, Camat, beberapa Kepala Desa dan tokoh masyarakat.

Rodhial juga berharap bahwa dengan dikukuhkannya Pengurus LAM Kecamatan Pulau Tiga Barat ini, kedepan baik secara individu maupun kelembagaan, organisasi ini dapat terus membangun sinergi bagi mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

Hal senada juga disampaikan Camat Pulau Tiga Barat, Junaidi dalam sambutannya dimana Pengurus LAM benar-benar diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pembangunan, sebagai benteng pelestari nilai adat resam dalam pergaulan ditengah pelaksanaan pembangunan daerah.

Junaidi berharap, untuk meningkatkan peran serta LAM ini, dirasa perlu diselenggarakan pertemuan dengan pengurus LAM Kabupaten Natuna bagi menyatukan pandangan dan strategi organisasi, selain sebagai media silaturrahmi, dan konsolidasi.

Kepada pengurus LAM yang baru dilantik, Junaidi juga menginginkan adanya Langkah proaktif untuk bersinergi dengan pihak pemerintah kecamatan, sehingga berbagai rencana pembangunan yang dirancang dalam bentuk kearifan local selalu disandarkan pada tunjuk ajar melayu.

Menurutnya, nilai kearifan melayu saat ini sudah sangat banyak ditinggalkan oleh masyarakat saat ini, hal ini harus menjadi perhatian dan kekhawatiran bersama. Oleh karenanya, Junaidi mengatakan bahwa kedepan LAM Kecamatan Pulau Tiga Barat harus dapat menggali Kembali nilai – nilai adat, baik berupa kesenian, budaya tempatan, norma dalam tatanan pergaulan ditengah masyarakat, sehingga walaupun zaman semakin berkembang, masyarakat melayu tidak akan kehilangan jati dirinya. (Pro_kopim/Ys, 3gy)

RILIS PERS, Nomor : 1393 /PRO_KOPIM/2022