Perkuat Perlindungan Nelayan di Laut Utara, Bupati Natuna Bahas Keamanan Perairan hingga Kuota BBM Subsidi

Bupati Natuna, Cen Sui Lan menggelar rapat koordinasi bersama Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla), Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Ranai, serta sejumlah instansi terkait, bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Rabu (10/06) siang.

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis bagi membahas berbagai persoalan yang dihadapi nelayan tempatan, khususnya berkaitan dengan keselamatan pelayaran, keamanan wilayah perairan, dan pemenuhan kebutuhan bahan bakar sektor perikanan.

Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperjuangkan hak-hak nelayan, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap aktivitas penangkapan ikan di Laut Utara Natuna. Wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan kawasan internasional tersebut memiliki nilai strategis, sehingga diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, satuan keamanan wilayah dan para nelayan serta pelaku usaha perikanan.

Pada kesempatan tersebut, Cen Sui Lan membuka ruang dialog secara langsung dengan para nelayan guna mendengarkan berbagai aspirasi dan kendala yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi berlangsung konstruktif, dengan fokus pada pemahaman batas wilayah perairan, keselamatan pelayaran, serta langkah-langkah preventif untuk menekan resiko kecelakaan maupun pelanggaran yang dapat terjadi saat melaut.

Para nelayan menyampaikan pentingnya peningkatan edukasi mengenai batas-batas wilayah perairan serta mekanisme koordinasi dengan aparat keamanan laut. Menurut mereka, pemahaman yang baik mengenai wilayah operasi penangkapan ikan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan keberlanjutan aktivitas perikanan di kawasan perbatasan.

Selain membahas aspek keselamatan, rapat juga menyoroti mekanisme pelaporan apabila nelayan menemukan atau berinteraksi dengan Kapal Ikan Asing (KIA) yang berada di wilayah perairan Natuna. Dalam hal ini, dibahas sistem komunikasi dan pelaporan yang memungkinkan informasi dari nelayan dapat diterima secara cepat oleh unsur TNI AL maupun Guspurla untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Untuk mendukung efektivitas pelaporan tersebut, para peserta rapat menekankan pentingnya penyediaan perangkat komunikasi yang memadai, agar proses penyampaian informasi dari lapangan dapat dilakukan secara real time, terutama pada kondisi yang memerlukan respons cepat dari aparat terkait.

Pada kesempatan yang sama, Ce Sui Lan juga menggelar diskusi bersama pihak Patra Niaga Pertamina guna membahas kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi bagi nelayan, sebagai upaya memastikan ketersediaan energi bagi sektor perikanan, sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat pesisir Natuna.

Sejumlah persoalan distribusi BBM turut menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Salah satunya terkait pelaksanaan program BBM Satu Harga di Pulau Laut yang saat ini masih ditemukan perbedaan harga jual ditingkat masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar tujuan program dalam menghadirkan keadilan akses energi bagi masyarakat kepulauan dapat terwujud secara optimal.

Selain itu, usulan pemindahan lokasi SPBU Selat Lampa untuk meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat Kecamatan Pulau Tiga dan Pulau Tiga Barat juga menjadi agenda pembahasan. Melalui koordinasi lintas sektor ini, Bupati Natuna berharap berbagai persoalan yang dihadapi nelayan dapat memperoleh solusi yang komprehensif, sehingga aktivitas perikanan di Laut Utara Natuna dapat berlangsung secara aman, produktif, dan berkelanjutan.

Hadir pada acara tersebut diantaranya Sekretaris Daerah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Natuna, Danlanal Ranai, Bakamla, KKP, perwakilan PT. Pertamina, Camat se-Kabupaten Natuna, Perwakilan Nelayan se-Kabupaten Natuna (Pro_kopimnatuna/D&S)

PERS, Nomor : 14842673/PRO_KOPIM/2026