Pimpin Rakor Percepatan Penanganan Stunting, Sekda Kabupaten Natuna Harap Kolaborasi dan Fokus Lintas Sektoral

Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Stunting dan Kesehatan, dari Ruang Zoom Meeting, Lantai II Kantor Bupati Natuna, jl.Batu Sisir Bukit Arai, Jum’at (11/09) pagi.

Hadir secara langsung maupun daring (online) beberapa pejabat daerah, diantaranya Asisten II, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, para camat, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Natuna.

Dalam sambutannya, Boy Wijanarko menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Bupati Natuna, sejauh ini upaya bersama menyikapi kondisi stunting di Kabupaten Natuna masih jauh dari kondisi yang diharapkan.

Boy menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting bukan merupakan tanggungjawab unsur pembangunan kesehatan semata, melainkan seluruh pihak harus dapat bekerjasama, memberikan sumbangsih berdasarkan kewenangan maupun kemampuan yang dimiliki, baik itu Dinas Kesehatan, Ketahanan Pangan, pemerintah kecamatan dan desa, bahkan masyarakat sekitar.

Dalam rakor kali ini, Boy mencoba melakukan diskusi terkait permasalahan/kendala yang dihadapi dilapangan, target yang belum tercapai serta solusi tepat dalam menyikapi berbagai kendala yang ada.

Boy juga mengharapkan kedepan terdapat laporan terkait perkembangan realisasi program, dampak dan kondisi terkini yang dikemas per triwulan maupun persemester. Hal ini dimaksud agar evaluasi dapat dilihat secara lebih terukur.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah melaporkan bahwa beberapa waktu lalu pada momen Rakor Kepala Daerah, persentase capaian penurunan angka stunting tahun 2025-2026 Kabupaten Natuna masih jauh dari harapan/target.

Hikmat menjelskan, dalam upaya penanganan stunting, Dinas Kesehatan hanya memiliki presentase daya ungkit sekitar 30%, sedangkan 70 persennya berasal dari peranan lintas sektor,

Untuk itu melalui rakor kali ini, Hikmat berharap tugas besar ini tidak hanya ditumpukan pada dinas kesehatan semata, karena penurunan angka stunting, maupun upaya peningkatan kesehatan masyarakat merupakan tanggungjawab bersama.

Selanjutnya Hikmat menjelaskan bahwa salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya menekan angka stunting di lapangan diantaranya minimnya kolaborasi dari lintas sectoral maupun pemberdayaan masyarakat. (Pro_kopimnatuna/Endang)

PERS, Nomor : 14842741/PRO_KOPIM/2026