Tinjau Penyaluran ‘Minyak kita’ di Selat Lampa, Bupati Natuna: Pemkab, Komitmen Jamin Ketersediaan Komoditi Pangan Daerah

Bupati Natuna, Cen Sui Lan didampingi Wakil Bupati Natuna, Jarmin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Natuna dan Kepala Bulog Cabang Natuna meninjau secara langsung kedatangan armada PT. Pelni yang tiba di Pelabuhan Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, Rabu (23/09) siang.

Peninjauan ini dimaksud bagi memastikan kedatangan kapal yang mengangkut salah satu komoditi pangan penting, yakni Minyak Goreng merk ‘Minyak Kita’ yang disalurkan dari Jakarta menuju Natuna.

Disela peninjauan tersebut, Cen Sui Lan mengungkapkan bahwa kedatangan Minyak Goreng dengan merk ‘Minyak Kita’ tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan sekaligus keterjangkauan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Cen Sui Lan mengatakan bahwa beberapa waktu lalu dirinya memperoleh informasi bahwa distribusi ‘Minyak Kita’ hanya dapat ditanggung hingga Tanjungpinang. Sementara untuk melanjutkan penyalurannya sampai ke Natuna, pemerintah daerah harus menanggung biaya tambahan.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna kemudian berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak terkait. Setelah melalui koordinasi yang panjang, penyaluran minyak goreng tersebut dapat kembali disalurkan sampai ke Natuna.

Cen Sui Lan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng. Pemerintah daerah bersama Bulog dan berbagai pihak terkait akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap ketersediaan, penyaluran hingga harga ‘Minyak Kita’ di pasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Cen Sui Lan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses penyaluran ‘Minyak Kita’ hingga ke Natuna, termasuk pihak Bulog dan PT Pelni.

Sementara itu Kepala Bulog Cabang Natuna, Pencius Siburian menyampaikan bahwa pada pengiriman kali Minyak Goreng Merk Minyak Kita ini sebanyak lima container (96,252 Liter) tiba di Natuna.

Minyak goreng tersebut dikemas dalam ukuran satu liter dan dua liter, untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan distribusi setempat.

Selain itu Pencius juga menjelaskan bahwa minyak goreng merk Minyak Kita ini juga direncanakan kembali sampai ke Natuna dalam jumlah yang sama.

Untuk harga penjualan Bulog, Minyak Kita ditetapkan sebesar Rp14.500 per liter, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sebesar Rp15.700 per liter.

Pencius menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran dan harga Minyak Kita maupun komoditi pangan lainnyadi pasaran. Sedangkan mitra Bulog yang menjual di atas HET akan menjadi bagian dari pengawasan dan evaluasi. (Pro_kopimnatuna/S)

PERS, Nomor : 14842750/PRO_KOPIM/2026