Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas
Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggelar Upacara Bendera dalam
rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) ke 74, di Lapangan Sepak Bola Desa Pengadah, Kecamatan
Bunguran Timur Laut, pada Senin (25/11) pagi.
Dalam upacara tersebut, Sekda Natuna Wan Siswandi,
S.Sos., M.Si., bertindak langsung sebagai pembina upacara, seraya membacakan
Amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim.
Wan Siswandi, S.Sos., M.Si., bertindak langsung sebagai pembina upacara, seraya membacakan Amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim.
Dalam pidatonya Nadiem Makarim menyebutkan, Biasanya
tradisi Hari Guru Nasional dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik.
Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin
berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia,
dari Sabang sampai Merauke.
Guru Indonesia yang Tercinta, tugas Anda adalah yang
termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan
bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.
Biasanya tradisi Hari Guru Nasional dipenuhi oleh kata-kata inspiratif dan retorik. Mohon maaf, tetapi hari ini pidato saya akan sedikit berbeda. Saya ingin berbicara apa adanya, dengan hati yang tulus, kepada semua guru di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
Anda ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan
di kelas, tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa
manfaat yang jelas. Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari
hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku
kepentingan.
Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari
dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.
Anda frustrasi karena Anda tahu bahwa di dunia nyata kemampuan
berkarya dan berkolaborasi akan menentukan kesuksesan anak, bukan kemampuan
menghafal. Anda tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi
keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Guru dan Siswa-siswi tingkat SD, SLTP dan SLTA serta para tamu undangan lainnya.
Anda ingin setiap murid terinspirasi, tetapi Anda tidak
diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan membuat janji-janji kosong
kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan.
Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.
Namun, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya
berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu
perintah. Ambillah langkah pertama.
Besok, di mana pun Anda berada, lakukan perubahan kecil
di kelas Anda. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Berikan
kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Cetuskan proyek bakti sosial
yang melibatkan seluruh kelas. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang
percaya diri. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.
Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru
melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan
bergerak.
Demikian Pidato Mendikbud RI Nadiem Makarim yang
dibacakan oleh Sekda Natuna.
Hadir dalam kegiatan tersebut para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Guru dan Siswa-siswi tingkat SD, SLTP dan SLTA serta para tamu undangan lainnya. (Humas_Pro/Sys/Rizal)