Bertempat di Ruang Rapat Utama Gubernur Kepulauan Riau,
Pulau Dompak, kamis (01/08) pagi, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal sebagai
salah satu alumnus IPDN, berkenan hadir pada
kegiatan Penempatan Tugas Lulusan IPDN XXV di Kepulauan Riau, dihadiri
oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri RI, Suhajar
Diantoro bersama dengan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi
Kepri.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri,
Suhajar Diantoro, ketika itu berperan sebagai
ketua rombongan yang menghantarkan Praja Lulusan Angkatan XXV Tahun
2018, dalam sambutannya berpesan kepada para alumnus agar dalam melaksanakan
tugas sebagai abdi Negara, hendaknya selalu rendah hati, sederhana dan selalu
mengutamakan kepentingan umum.
Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi
Kepulauan Riau, H.TS. Arif Fadillah juga mengatakan bahwa para praja yang
ditempatkan di Provinsi Kepulauan Riau adalah SDM pilihan yang selalu menjadi
energy baru dalam pelaksanaan pembangunan maupun pemerintahan.
Tentunya keberadaan para praja terutama di beberapa
wilayah perbatasan diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi upaya
mewujudkan eksistensi Negara bagi masyarakat melalui pelayanan bidang
pemerintahan.
Arif juga menambahkan
bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki letak geografis yang sangat
strategis, sebagai pintu gerbang Negara dan berbatasan langsung dengan beberapa
Negara tetangga, sekaligus wilayah pusat bisnis dan keuangan di asia afrika,
yakni Negara singapura dan Malalysia.
Seiring geliat pembangunan yang terus digesa, diharapkan
kepada seluruh praja penempatan Provinsi Kepri, agar dapat mencurahkan bakti
dalam melayani, sekaligus terus menanamkan jiwa korps praja untuk menjaga
kebersamaan dalam menunaikan bakti bagi negeri.
Adapun praja penempatan tugas di Kepulauan Riau pada tahun 2019, berjumlah 24 orang dengan rincian penempatan, 3 Orang di Provinsi Kepri, 3 orang di Kota Tanjungpinang, 3 orang di Kota Batam, 3 orang di Kabupaten Karimun, 3 orang di Kabupaten Lingga, 3 orang di Kabupaten Natuna serta 3 orang di Kabupaten Kepulauan Anambas. (Humas_Pro/Red)