Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M.Si membuka
secara resmi Bakti sosial dari Depertemen Kardiologi dan Kedokteran vaskular,
fakultas kedokteran Universitas Indonesia, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD)
dan Seminar Awam, di Gedung Serbaguna Sri Serindit, Ranai, Sabtu (27/07) pagi.
Hadir pada acara itu,
FKPD, Sekretaris Daerah Kabupaten
Natuna Wan Siswandi, S.sos.M.Si, Kepala Depertemen Kardiologi dan
Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Dr.Renan Sukmawan,Sp.JP (K),PhD, Guru besar
Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Prof, Ganesha M Harimurti, Sp. JP (K), Ketua
Panitia Pelaksana Dr.Radityo Prakoso, Sp.JP (K), Ketua Organisasi Profesi
Kesehatan Natuna, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para
peserta pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Dalam sambutanya Bupati Natuna Drs.H. Abdul Hamid Rizal,
M. Si mengatakan bahwa sebelum rombongan ini sampai melalui Kepala Dinas
Kesehatan saya telah mendapatkan laporan, bahwa akan ada rombongan fakultas
Kedokteran Kardiologi dan Vaskular dari Universitas Indonesia sejumlah 81 orang
dokter, dan saya sebagai kepala Daerah sangat menyambut baik serta merasa
senang mendapat kunjungan dari dokter ahli jantung.
Selain itu, masyarakat Natuna juga merasa bersyukur
karena Natuna selalu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, karena
percepatan pembangunan di kabupaten Natuna tidak luput dari campur tangan
Kementerian terkait, jadi seluruh Kementerian itu harus membuat kegiatan di
Natuna.
Hamid Rizal juga
berharap dengan kegiatan bakti sosial ini dapat mendukung terciptanya sikap
mandiri masyarakat, terutama dalam upaya penanggulangan penyakit
kardiovaskular, serta mampu untuk melakukan pencegahan, deteksi dini tentang
hipertensi dan faktor resikonya, sehingga kedepan jumlah penderita hipertensi
di Kabupaten Natuna dapat ditekan semaksimal mungkin.
Pada kesempatan yang
sama Ketua panitia pelaksana Bakti sosial dan seminar awam, Dr. Radityo Prakoso, Sp. JP (K) menjelaskan
bahwa penyakit jatung dan pembuluh darah merupakan salah satu penyakit yang
menyebabkan kematian paling tinggi diseluruh dunia termasuk di Indonesia.
Dari riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan Rebuplik
Indonesia (Kemenkes RI) diketahui bahwa masyarakat Natuna memiliki angka pengidap penyakit darah tinggi
atau hipertensi yang cukup tinggi, bahkan tertinggi jika dibandingkan beberapa
daerah di Indonesia.
Oleh karena itu Depertemen Kardiologi dan Kedokteran
Vaskular Fakultas Kedokteran UI merasa ikut bertangungjawab untuk melakukan
sesuatu yang bermanfaat untuk mengurangi angka kematian penyakit jantung dan
pembuluh darah di Natuna.
Adapun beberapa program kegiatan yang digelar di
Kabupaten Natuna diantaranya Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Seminar Awam
dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya dan penanganan pertama
penyakit-penyakit jantung dan pembuluh darah.
Selain itu akan dilakukan pengumpulan data terkait
kesehatan jantung dan pembuluh darah yang nantinya akan disampaikan kepada
Kementerian Kesehatan untuk menjadi bahan
pertimbangan dalam menyusun program kerja tepat bagi penanganan
Hipertensi dan penyakit jantung , khususnya di Kabupaten Natuna.
Kepala Depertemen Kardiologi dan Kedokteran
Vaskular,Falkutas Kedokteran UI, Dr.
Renan Sukmawan, Sp. JP (K),PhD, juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab
Natuna karena dirasa kegiatan bakti sosial ini tidak dapat terlaksana tanpa
kerjasama dengan Pemerintah Daerah beserta jajarannya.
Renan menambahkan, darah tinggi atau hipertensi adalah
salah satu faktor resiko, yang akan merujuk pada penyakit jantung atau stroke
dan berujung pada kematian, karena penyakit jantung dan pembuluh darah penyakit
yang mematikan nomor satu di dunia dan nomor satu di Indonesia.
Karena berdasarkan riset terkini, lebih banyak kematian disebabkan serangan jantung dan stroke dibandingkan dengan kematian yang disebabkan kecelakaan lalu lintas dan demam berdarah. (Humas_Pro/Arf/Ery)