Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi, S.
Soal, M.Si menghadiri acara pertemuan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dengan
para nelayan Kabupaten Natuna, di Sentral Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT)
Selat Lampa Kecamatan Pulau Tiga Kabupaten Natuna Sabtu (7/3) Siang.
Turut hadir Ketua
DPRD Natuna, Forum Koordinasi Perangkat
Daerah (FKPD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Himpunan Nelayan Seluruh
Indonesia (HNSI) dan Para Nelayan.
Pada kesempatan itu, Kepala Bakamla RI, Laksmana Madya
TNI, Aan Kurnia menyampaikan bahwa dari 13 Kementerian dan lembaga dibawah
Menkopolhukam RI sudah menandatangani kesepakatan untuk mengawasi, mengamankan
dan memanfaatkan sumber daya ikan yang ada di laut natuna utara untuk
kepentingan bangsa Indonesia.
Selanjutnya, Kurnia mengatakan bahwa tugas Bakamla adalah
mencegah jangan sampai kapal ikan asing menangkap ikan diperairan Indonesia dan
juga mencegah kapan nelayan Indonesia memasuki kawasan perairan negara
tetangga.
Seterusnya, Kurnia memberikan penjelasan bahwa terkait kedatangan puluhan
Kapal Cantrang Pantura yang beroperasi di Laut Natuna Utara Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
Beliau juga menambahkan kapal cantrang pantura ini akan
beroperasi diatas 50 mil dari pulau terluar yaitu Pulau Laut.
Untuk bisa sampai ke ZEE dibutuhkan kapal yang besar yang diatas
100 GT untuk bisa sampai ke ZEE yang jaraknya 100 Mil lebih.
Terkait alat tangkap kapal Nelayan Pantura yang saat ini
menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat Nelayan Natuna, pihaknya menilai
masih aman bagi ekosistem laut, karena alat tangkap Cantrang itu hanya di
kedalaman 20-30 meter sementara di laut
ZEE dengan kedalamannya mencapai 100 meter lebih.
Karena alat tangkap tersebut tidak mencapai ke dasar laut yang bisa
mengakibatkan rusaknya terumbu karang.
Kurnia berharap atas kebijakan Pemerintah pusat
mendatangkan kapal Nelayan Pantura di Laut Natuna Utara, dapat
meningkatkan ekonomi bagi masyarakat Natuna sendiri.
Aan Kurnia juga mengajak masyarakat nelayan Natuna dapat bersinergi dan bekerjasama dengan para Nelayan Pantura, dalam menangkap Ikan di perairan Natuna.(PROKOPIM/ZQ,ARF)