Proses Observasi warga Indonesia dari Wuhan terkait wabah
Corona yang dipusatkan di Kabupaten Natuna selama 14 hari, telahpun berakhir
dan 238 WNI tersebut sudah dipulangkan ke daerah masing-masing.
Dengan berakhirnya tahap observasi tersebut, Pemerintah
Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang
Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK,) Prof. Dr. Muhajir Effendy,MAP
dalam sambutannya pada acara Malam Syukuran dan Apresiasi Tim Kemanusiaan
Pelepasan WNI dari Wuhan dengan Masyarakat Natuna, menyampaikan apresiasi
kepada pemerintah dan masyarakat.
Menurut muhajir pada kegiatan yang diselenggarakan di
Gedung Serbaguna Sri Serindit, Ranai, sabtu (15/02) malam tersebut, penetapan
Natuna sebagai lokasi Observasi WNI dari Wuhan tersebut merupakan keputusan
yang sulit, namun Pemerintah Pusat harus mengambil tindakan cepat sebagai misi
kemanusiaan.
Meskipun mendapat penolakan dari masyarakat setempat karena sebelumnya belum terbangun
komunikasi serta sosialisasi kepada masyarakat, namun Muhadjir Muhadjir
bersyukur karena seluruh tahapan observasi dapat berjalan dengan lancar.
Kedepan, Pemerintah akan terus mendukung upaya
meningkatkan fasilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, seperti
menambah/memperpanjang landasan pacu Bandara, agar pesawat berbagai tipe/ukuran
dapat mudah mendarat. Dengan demikian, rencana ekspor ikan dari daerah ke luar
negeri lebih memungkinkan untuk terealisasi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) RI, Letjen TNI Doni Manardo juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah
daerah Kabupaten Natuna yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Pusat,
TNI-POLRI selama kegiatan observasi.
Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal M.Si menyampaikan
rasa Syukur atas Observasi yang dilakuka
dapat berjalan dengan lancar serta 238 WNI Tersebut sudah kembali ke
daerah masing-masing dengan selamat.
Kedepan diharapkan kepada Pemerintah Pusat agar dalam
menentukan kebijakan seperti ini, Pemerintah Daerah berharap terbangun
komunikasi yang baik, sehingga tidak menimbulkan kegusaran ditengah masyarat,
terlebih lagi informasi terkini terus memberitakan bahwa begitu bahayanya wabah
Corona yang sudah ditetapkan sebagai Global Warning oleh lembaga World Health
Organization (WHO).
Hamid Rizal Berharap, jika Kabupaten Natuna akan
dibebankan dengan tanggungjawab dan resiko besar seperti saat ini, Pemerintah
Pusat dapat mendukung dalam membenahi dan membangun fasilitas yang lebih
memadai, sehingga masyarakat akan merasa lebih terjamin keselamatannya.
Selain itu, sarana dan prasarana tidak kalah penting
untuk menjadi perhatian, seperti peningkatan kelas RSUD yang ada menjadi Type
B, serta pelabuhan dan bandara untuk mendukung aktivitas masyarakat dan
pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal senada pula disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten
Natuna, Andes Putra, yang mengakui bahwa masyarakat Kabupaten Natuna tidak anti
terhadap kebijakan pemerintah pusat, melainkan rasa khawatir yang timbul
mengingat penetapan tersebut terjadi begitu cepat, terlebih lagi jika dilihat
dari kesiapan fasilitas daerah sangat terbatas.
Hadir pada acara tersebut diantaranya Wakil Bupati Natuna, Ketua TP PKK Kabupaten Natuna, FKPD, pimpinan OPD, tokoh masyarakat dan unsur pemuda. (Pro_Kopim/Sono/Eki)