Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Sosial
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah mendesain dan
mensosialisasikan sebuah sistem strategi pemenuhan hak-hak anak yang
terintegrasi berkelanjutan dengan mengembangkan Kabupaten/Kota layak anak
(KLA).
Untuk itu diperlukan adanya pemahaman tentang konvensi
hak anak sebagai dasar dalam pemenuhan hak-hak anak dimana setiap Sumber Daya
Manusia dituntut memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang persoalan
anak.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten
Natuna, Wan Siswandi dalam sambutannya ketika membuka secara resmi acara
Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) Kabupaten Natuna Tahun 2019, bertempat di
Aula Hotel Trend Central, Jln Pramuka Ranai, Kamis (26/9) siang.
Turut hadir pada kesempatan tersebut beberapa anggota
Forum Koordinasi Perangkat Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah
Kabupaten Natuna, Ketua Umum Forum Kabupaten Sehat, dan Ketua Tim Gugus Tugas
Kota Layak Anak Kabupaten Natuna.
Lebih lanjut Siswadi menyampaikan pemenuhan hak anak
harus tetap diberikan yang terbaik sehingga anak dapat tumbuh berkembang dan
terlindungi dari kejahatan diskriminasi, anak harus mendapatkan kesehatan,
pendidikan dan hak asuh yang layak.
Oleh karenanya melalui kegiatan ini diharapkan dapat
menjadi acuan bagi organisasi perangkat daerah terkait untuk memperhatikan
hak-hak anak dalam kebijakan dan pelaksanaan program kerja sebagai upaya dalam
mewujudkan Kabupaten Natuna Kota layak anak.
Selanjutnya Ketua Penyelenggara sekaligus Kepala Badan
Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kab. Natuna, Kartina Riauwita,
melaporkan bahwa tujuan kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk meningkatkan
pemahaman para pemangku kebijakan di Kabupaten Natuna mengenai isi dan
implementasi konvensi hak anak, meningkatnya kapasitas sumber daya manusia
dibidang perlindungan dan pemenuhan hak anak, dan berkembangnya langkah-langkah
strategis dalam implementasi pemenuhan hak anak berdasarkan isi KHA.
Adapun kegiatan akan diselenggarakan selama empat hari (26
s.d 29 September 2019) dengan peserta yang hadir berjumlah 60 orang, terdiri
dari Tim Gugus Tugas KLA, Puskesmas, Para Guru, dan perwakilan
Kecamatan/Kelurahan/Desa di Kabupaten Natuna.
Sedangkan Narasumber yang dihadirkan untuk memberikan materi berasal dari Yayasan Bahtera Bandung, Hadi Utomo dan Yusuf Al Farizi.(Hums_Pro/ Diana,Sri/Rizal)