Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar pertemuan dengan
pihak Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Kamis (22/8) siang bertempat di
Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna. Dihadiri oleh beberapa pimpinan organisasi
perangkat daerah dan beberapa pejabat dari Kedubes Jepang.
Adapun pertemuan tersebut membahas terkait rencana
penyerahan bantuan dana hibah dari pemerintah Jepang kepada Pemerintah
Kabupaten Natuna yang diperuntukkan bagi mendukung pembangunan sector perikanan
di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Ekonomi dan
Pembangunan Setda Kabupaten Natuna, Robertus Louis Stevenson yang ketika itu
mewakili Bupati Natuna menyampaikan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten
Natuna sangat menghargai dukungan tersebut karena dirasa akan berdampak pada
sector perikanan dimana pelaku utama pengelolaan potensi perikanan adalah
masyarakat.
Selanjutnya Kepala JK (salah satu asosiasi usaha asal
Jepang) memaparkan beberapa rencana kerjasama dan penyerahan dana hibah yang
akan diserahkan bagi mendukung operasional Sentra Kelautan dan Perikanan
Terpadu (SKPT) Selat Lampa.
Kepala Kantor JK Jakarta, Yamanaka menerangkan bahwa
berdasarkan survey beberapa waktu yang lalu, diakui bahwa wilayah Kabupaten
Natuna memiliki potensi sector perikanan yang sangat melimpah. Namun untuk
menjadikannya nilai tambah bagi pemerintah daerah maupun masyarakat dibutuhkan
system pengelolaan dan anggaran yang tidak sedikit.
Oleh karenanya melalui dana hibah yang ditujukan bagi
revitalisasi infrastruktur seperti pasar ikan, maupun dana operasional yang
akan diserahkan ke SKPT dirasa akan memberikan dampak positif bagi meningkatkan
nilai ekonomis, terutama bagi masyarakat nelayan tempatan.
Untuk diketahui bersama, SKPT di Selat Lampa merupakan salah satu dari 6 sentra pengelolaan perikanan yang ada di Indonesia dimana dalam pengoperasiannya juga mendapatkan dukungan dana hibah bagi mendukung peningkatan pengelolaan sector perikanan di wilayah perbatasan. (Humas_Pro/Ipeh/Izar)