Saat ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sedang giat
mendukung pembangunan terutama pada sector Pariwisata yang berada di wilayah
perbatasan, diantaranya Kabupaten Natuna dan Kepulauan Anambas.
Namun kendala yang saat ini dirasa adalah minimnya akses
menuju kedua daerah tersebut, baik infrastruktur dasar maupun fasilitas
transportasi dari ibukota provinsi. Oleh karenanya Kepri terus berupaya
memaksimalkan potensi yang ada bagi membangun konektivitas.
Hal ini disampaikan Plt. Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto
dalam sambutannya pada acara Diskusi Hulu Migas yang digelar oleh SKK Migas
yang mengangkat tema “Kontribusi Sektor Hulu Migas dalam mendukung Pertumbuhan
Ekonomi Daerah”, bertempat di Hotel Radisson Batam, kamis (22/08) pagi,
Isdianto menambahkan bahwa terdapat 19 ladang migas yang
beroperasi di wilayah Kepulauan Riau dan sejauh ini keberadaannya telah
memberikan kontribusi besar terhadap pelaksanaan pembangunan, karena jika tidak
didukung oleh Dana Bagi Hasil sebagai Daerah Penghasil Migas, Kepri tidak akan
mengalami kemajuan seperti saat ini.
Oleh karenanya, atas nama seluruh masyarakat Kepri,
Isdianto menyampaikan apresiasi atas segala dukungan dari SKK Migas sebagai
coordinator KKKS Migas dan mengakui bahwa masih berharap banyak adanya dukungan
tersebut, terlebih lagi bagi mendukung pembangunan di beberapa wilayah
perbatasan seperti Natuna dan Kepulauan Anambas.
Segala rencana pembangunan hendaknya selalu dibangun
sinergitas, sehingga hasilnya tidak tumpang tindih dan akan memberikan manfaat
bagi seluruh wilayah sasaran program kerja. Oleh karenanya Pemerintah Provinsi
Kepri akan terus membangun sinergitas untuk mewujudkan hasil pembangunan yang
tepat sasaran serta saling mendukung.
Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya juga
menambahkan bahwa selain kontribusi Dana Bagi Hasil Migas, dirinya juga sangat
mengharapkan adanya peluang putra daerah untuk turut dalam aktivitas produksi
yang sedang dilakukan oleh para kontraktor yang tergabung dalam KKKS Migas.
Tentunya putra daerah yang dimaksud adalah yang memiliki keahlian dibidang
migas maupun berbagai keahlian pendukung.
Namun disadari bahwa untuk mewujudkan hal tersebut,
angkatan kerja harus diberikan peluang untuk mengikuti berbagai pelatihan atau
pendidikan, sehingga pada gilirannya tercipta SDM yang benar-benar mampu
mendukung berbagai pekerjaan dibidang migas yang dimaksud.
Hamid Rizal melanjutkan bahwa pembangunan yang saat ini
sedang dilakukan sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat,
pemerintah provinsi dan anggaran yang tersedia di APBD Kabupaten Natuna.
Walaupun diakui masih mengalami keterbatasan anggaran untuk mengeloka potensi
unggulan daerah, yaitu sector pariwisata dan perikanan.
Pekerjaan utama yang sedang digiatkan adalah membangun
akses di beberapa objek destinasi wisata. Karena menurut Hamid, jika akses
tersebut sudah memadai akan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat
setempat.
Menurutnya, peningkatan ekonomi masyarakat serta
pembangunan infrastruktur merupakan salah satu bentuk tanggungjawab pemerintah
dalam membangun kewibawaan dan kedaulatan wilayah NKRI, melalui pendekatan
pertahanan bidang ekononi dan kesejahteraan.
Hadir pada kesempatan tersebut beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kepri, beberapa pejabat SKK Migas serta pimpinan perusahaan/kontraktor maupun direksi yang tergabung dalam KKKS Migas(Humas_Pro/Arphan, Ipul)