Wakil
Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti mengunjungi Kantor PT. Pertamina (Persero)
Marketing Operation Regional I, Jalan KL Yos Soedarso No. 8-10 Medan,
didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Bagian Migas dan Kasubbag
Hulu Migas Bagian Migas Setda Kabupaten Natuna, selasa (25/06) lalu.
Kunjungan
tersebut disambut langsung oleh Manager CSR and Comm dan didampingi beberapa
pejabat serta jajaran untuk selanjutnya
mengadakan pertemuan terbatas diruang rapat kantor tersebut.
Adapun
topik utama pembicaraan kali ini terkait pengajuan proposal dari masyarakat
Kabupaten Natuna dalam upaya pengembangan usaha melalui Program CSR dari PT.
Pertamina (Persero), sebagai salah satu bentuk kerjasama serta dukungan
terhadap pembangunan daerah.
Dalam
kesempatan tersebut, Ngesti mengatakan bahwa sebelumnya dalam pengajuan
pinjaman kemitraan tahap satu tahun 2018, dari 20 proposal yang diajukan, sudah
terealisasi 10 proposal dengan pertimbangan berdasarkan hasil survey dari
asessor PT Pertamina sebagai pihak verifikasi.
Selanjutnya
kali ini Ngesti juga menyampaikan proposal bantuan pinjaman kemitraan serupa
untuk tahap dua dan berharap dapat terealisasi.
Pengajuan
bantuan ini dirasa penting mengingat saat ini pemerintah daerah sedang berupaya
untuk meningkatkan peran pelaku usaha kecil dan mikro sebagai salah satu bentuk
upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam
kesempatan tersebut Manager CSR and Comm, Muhammad Robby Hervindo menyambut
baik kunjungan rombongan Pemerintah Kabupaten Natuna, terutama dalam rangka
meningkatkan silaturrahmi dan koordinasi.
Roby
juga menanggapi positif terhadap proposal yang diusulkan dan selanjutnya akan
melalui proses seleksi dan verifikasi tim serta survey lapangan dalam waktu
dekat.
Menurut
Roby, Program CSR ini juga merupakan salah satu jembatan komunikasi yang paling
tepat sebagai media koordinasi bagi pihaknya untuk terus berkontribusi dalam
pembangunan daerah.
Namun
dirinya mengakui bahwa untuk merealisasikan berbagai usulan yang disampaikan
oleh Pemerintah Kabupaten Natuna, Roby mengakui bahwa proposal program maupun
pengajuan tersebut harus melalui berbagai tahapan sampai pada tahap persetujuan
realisasi.
Untuk itu dirinya berharap agar seleksi, maupun penyusunan proposal serta kondisi pelaku usaha kecil dan mikro di daerah harus benar-benar dilakukan sehingga penerima bantuan tersebut benar-benar dianggap layak untuk menerima dan diyakini akan dapat dimanfaatkan sepenuhnya bagi pengembangan usaha. (Humas_Pro/Nartie)