Selasa (26/03) pagi, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni
Suprapti melakukan lawatan resmi ke Kecamatan Pulau Tiga Barat, didampingi
beberapa pimpinan dan staf Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Disela kegiatan tersebut, Ngesti mengakui bahwa Pulau
Tiga Barat merupakan salah satu kecamatan yang menjadi perhatian pemerintah
Kabupaten Natuna, mengingat kondisi geografis yang tergolong sulit untuk
melakukan tindakan pelayanan kesehatan secara maksimal, untuk itu dirasa tepat
membangun Puskesmas dengan fasilitas yang memadai serta didukung pula aparatur
medis dan paramedis yang profesional pula.
Selain itu, menurut Ngesti dibidang pendidikan juga masih
terdapat berbagai kendala bagi memenuhi standar sistem pendidikan disuatu
daerah. diantaranya keberadaan lembaga pendidikan Taman Kanak-Kanak yang
memiliki peran penting bagi pembangunan Sumberdaya Manusia.
Untuk itu Ngesti mengatakan pembangunan lembaga
pendidikan TK yang rencananya akan dibangun didaerah ini akan segera
direalisasikan. Namun diharapkan pihak kecamatan maupun masyarakat setempat
dapat mendukung hal tersebut, diantaranya pada proses pembebasan lahan lokasi
rencana pembangunan fasilitas tersebut.
Dalam kesempatan yang sama,Camat Pulau Tiga Barat,
Tabrani, A.Ma.Pd juga mengungkapkan bahwa Puskesmas yang baru dibangun di
daerah ini merupakan program kerja Kementerian Kesehatan melalui APBN dengan
nilai kontrak Rp. 2.798.735.000.
Untuk fisik gedung Puskesmas sudah rampung, namun belum
dapat digunakan untuk operasional pelayanan kesehatan masyarakat mengingat
belum tersedianya aliran listrik dan air bersih dan meubiler yang rencananya
akan diselesaikan pada bulan April mendatang.
Tabrani juga melaporkan bahwa selain pembangunan
puskesmas, Kecamatan Pulau Tiga Barat juga mendapatkan kegiatan pembangunan
jalan menuju puskesmas dari Provinsi Kepulauan Riau dengan nilai anggaran
sebesar Rp. 2.5 Milyar.
Hal yang tidak kalah pentingnya diharapkan pula oleh Tabrani adalah adanya Kapal Puskel yang dapat beroperasi bagi melayani masyarakat yang sebagian besar berada diwilayah pulau-pulau sekitar. Dengan adanya puskel tersebut, tentu akan meningkan kualitas pelayanan kesehatan, karena akan dapat menjangkau lokasi pasien secara lebih cepat untuk memberikan penindakan terhadap berbagai kasus kesehatan yang dialami. (Humas_Pro/Mz)