Wakil Bupati Natuna hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung SDIT Anshor

Seiring kemajuan yang terjadi saat ini, generasi muda dihadapkan dilema kekhawatiran terjadinya pengikisan nilai-nilai keimanan yang pada dasarnya merupakan modal utama seorang individu untuk dapat membentengi diri dengan segala pengaruh negatif kemajuan itu sendiri, dan tampil sebagai generasi yang berakhlak mulia.

              Untuk itu, lembaga pendidikan berbasis agama merupakan salah satu pilihan tepat bagi memberikan pembekalan nilai-nilai ajaran ketuhanan yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan sumberdaya manusia yang ideal, yang nantinya diharapkan menjadi penerus pembangunan.

              Hal ini disampaikan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam sambutannya pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) “Anak Sholeh” Ranai, bertempat di Jalan Hang Nadim,  Air Raya, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur , jum’at (29/3) pagi.

              Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa anggota DPRD, pimpinan OPD, pengurus Yayasan Anshor, para wali murid, tokoh agama dan para murid lembaga pendidikan tersebut.

              Ngesti juga menyampaikan apresiasinya atas nama Pemerintah Daerah kepada Yayasan Anshor karena telah menginisiasi pembangunan Sekolah Dasar berbasis agama ini sebagai bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap dunia pendidikan di daerah.

              Dirinya mengakui bahwa keberadaan sekolah berbasis agama di Kabupaten Natuna masih tergolong sedikit dibanding sekolah berbasis umum yang didirikan oleh pemerintah maupun swasta/yayasan. Dengan keberadaan SDIT ini, diharapkan menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang menginginkan anaknya untuk mengenyam pendidikan dasar berbasis agama islam.

              Dalam kesempatan yang sama Ketua Yayasan Anak Sholeh Ranai Natuna, Hendri mengatakan bahwa  sebelum gedung SDIT selesai dibangun, dua tahun belakangan ini sebanyak 46 siswa siswi kelas 1 dan kelas dua melakukan aktifitas belajar mengajar dengan menggunakan bangunan gedung SKB milik Dinas Pendidikan dan Pemuda Olaharga Natuna.

              Sedangkan tenaga pengajar yang terdiri dari tujuh orang guru sebagian besar berasal dari sumbangan yang bersifat tidak mengikat. Namun atas dasar ikhlas mengabdi bagi membentuk generasi yang islami di Kabupaten Natuna, seluruh tenaga pengajar ini terus menjalankan tugasnya dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab.

              Hendri juga menerangkan bahwa lahan lokasi pembangunan gedung ini merupakan hibah umat sebagai bentuk dukungan berdirinya SDIT ini. sedangkan estimasi biaya pembangunan gedung yang terdiri dari 4 ruang belajar ini diperkirakan akan menelan biaya sebesar 950 Juta rupiah

              Hendri mengakui, bahwa saat ini masih mengalami kekurangan anggaran dan mengharapkan adanya dukungan baik dari pemerintah daerah, pihak swasta maupun berbagai pihak yang berkenan untuk menyumbang bagi rampungnya pembangunan fasilitas gedung ini.

              Selanjutnya Hendri juga membuka peluang kepada donatur yang ingin menyumbang dana melalui rekening donasi Bank Mandiri Syariah 710-666-9637 atas nama Yayasan Anshor Natuna. (Humas_Pro/Red)

photo : sofian

RILIS PERS, Nomor : 842 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2019