Wabup Natuna Dukung upaya Cegah Stunting bagi Balita

Upaya mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas merupakan tanggunjawab bersama segenap unsur.

Namun untuk memberikan informasi penerapan bagi pendidikan keluarga diantaranya dalam hal pembekalan nutrisi kesehatan pada 1.000 Hari Pertama kehidupan (HPK).

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Natuna sangat mengapresiasi pelaksanaan program kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menyikapi hal diatas, dimana informasi tersebut harus dapat diberikan kepada seluruh masyarakat bagi membangun inisiatif dan motivasi keluarga dalam menjaga kualitas kesehatan anak.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Sosialisasi Pendidikan Keluarga pada 1.000 HPK, yang digelar di Aula Gedung SMU Negeri 1 Bunguran Timur, Jalan Pramuka, Ranai, selasa (30/10) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, beberapa Kepala Desa dan peserta pelatihan perwakilan unsur masyarakat.

Menurut Ngesti, keterlibatan beberapa unsur, diantaranya para Guru PAUD, TP PKK Desa maupun masyarakat sangat tepat.

Oleh karenanya melalui kegiatan ini, ia berpesan agar selanjutnya segenap peserta kegiatan dapat menyebarkan informasi yang didapat pada lingkup wilayah kerja masing-masing, sebagai bentuk komitmen dan kepedulian bersama terhadap upaya peningkatan kualitas anak bangsa.

Selanjutnya Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Natuna, Suherman menyampaikan bahwa salah satu informasi yang akan disosialisasikan saat ini adalah materi Stunting atau kerdil yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek pada usianya.

Untuk menyikapi hal diatas, Direktorat Pembinaan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Natuna menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi ini.

Dengan tujuan, untuk meningkatkan pemahaman bagi perwakilan masyarakat desa untuk memperkuat penyebaran informasi, terkait materi pengasuhan positif dan keterlibatan orang tua serta pengelolaan pendidikan keluarga di satuan pendidikan.

Kegiatan akan diselenggarakan selama satu hari dengan peserta sebanyak 200 orang, terdiri dari unsur pemerintahan desa (70 orang), Kepala PAUD (60 orang) dan Pengurus PKK Desa (70 orang). (Humas_Pro/Sri Diana)

photo : eri

RILIS PERS, Nomor : 725 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2018