Bertempat di Aula Natuna Dive Resort, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda didampingi Sekretaris Daerah menghadiri acara Diklat Pemberdayaan Masyarakat Remote Pilot Ranting Sistem Pesawat Udara Kecil Tampa Awak (SPUKTA), senin (29/4) Pagi.
Turut hadir dalam pelatihan ini Para Pimpinan FKPD, Kepala LPP RRI Ranai, Para Pimpinan OPD terkait, Kepala Sekretariat Badan Sumberdaya Manusia Perhubungan, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan, dan Para peserta pelatihan.
Rodhial Huda dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak Kementerian Perhubungan RI yang telah menetapkan Kabupaten Natuna sebagai sasaran program atau lokasi diklat, dimana dirasa materi tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Natuna.
Dirinya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti diklat ini dengan sebaik-baiknya, karena Natuna kedepannya bukan tidak mungkin Natuna menjadi sebuah Provinsi baru, dimana daerah ini akan menjadi sebuah daya Tarik berbagai aspek mengingat letak geografis daerah ini sangat strategis.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curuk, Ahmad Hariri Zulda melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan diklat sekaligus sertifikasi bagi seseorang yang menerbangkan drone ukuran 250 gram sampai dengan 25 kilo gram.
Adapun teknis diklat dilakukan dengan menyampaikan materi pengetahuan, sikap dan ketrampilan dalam menerbangkan drone yang comply dengan regulasi Civil Aviation Safety Regulation (CASR) part 107 tentang Pesawat Udara Kecil Tampa Awak, dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor pm 37 tahun 2020 tentang Pengoperasian Pesawat Udara Tampa Awak di wilayah yang dilayani Indonesia.
Selanjutnya diterangkan pula bahwa Pelatihan Human Factor, merupakan salah satu pelatih dasar keselamatan bagi personil yang memberikan layanan pada industri penerbangan, terkait sikap dan ketrampilan dalam memahami keterbatasan yang dimiliki oleh seseorang untuk berinteraksi dengan prosedur, alat bantu kerja, lingkungan dan orang lain untuk meningkatkan performa /kinerja.
Selanjutnya, Pelatihan Safety Management System yang merupakan pelatihan dasar keselamatan bagi personel yang memberikan layanan dibidang penerbangan terkait pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam melakukan pengukuran bahaya dan mitigasi resiko, untuk mengurangi gap antara kondisi ideal dan fakta yang ada di lapangan, serta bagaimana melihat keselamatan sebagai sebuah sistem yang harus melibatkan seluruh pihak pada layanan penerbangan. (Pro_kopim/S&Y)
PERS, Nomor : 148263 /PRO_KOPIM/2024

