Tingkatkan Kesadaran Pembangunan Manusia Seutuhnya, Asisten 1 Setda Kabupaten Natuna Buka Sosialisasi SSK Jalur Pendidikan Formal.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Jalur Formal yang digelar di Aula Hotel Natuna, kamis (10/03) pagi.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Khaidir, SE, dihadiri pula oleh beberapa Kepala Sekolah tingkat Taman Kanan-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Atas, Ketua Komite Sekolah, ketua UKSPF se – Pulau Bunguran.

Dalam sambutannya, Khaidir yang mewakili Bupati Natuna ketika itu menyampaikan bahwa pembangunan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang mencakup berbagai aspek kehidupan, harus menjadi titik sentral dan fokus dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Sedangkan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang berbahagia, isu kependudukan juga menjadi tantangan besar, seperti jumlah penduduk yang terus bertambah baik dari sisi kelahiran maupun perpindahan penduduk, sebagaimana juga terjadi di seluruh wilayah pada umumnya dan Kabupaten Natuna Khususnya.

Khaidir melanjutkan, Pemerintah Daerah memiliki tanggungjawab untuk menyiapkan penduduk usia muda menjadi sumberdaya manusia yang produktif dikemudian hari. Oleh karenanya dibutuhkan solusi yang timbul dari pertumbuhan penduduk tersebut, diantaranya dengan meningkatkan peran strategis para tenaga pendidik dalam menanamkan pengetahuan perilaku dan sikap adaptif dalam menghadapi situasi kependudukan terkini.

Kegiatan ini dirasa memiliki peran strategis, dengan mengintegrasikan informasi tentang kesadaran dan kepedulian tentang kondisi pertumbuhan penduduk dengan segala hal yang mencakupinya dalam proses belajar mengajar sesuai Kurikulum dan juga kearifan lokal yang berlaku.

Dengan pembentukan sekolah siaga kependudukan, yakni sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga sebagai pengayaan materi pembelajaran, diharapkan dapat memberikan pemahaman terkait isu kependudukan secara lebih luas.

Khaidir juga mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi penting karena dalam program SSK ini, materi pendudukan akan diintegrasikan dengan mata pelajaran sesuai dengan pokok bahasan, bukan sebagai mata pelajaran baru dan tidak menambah jam pelajaran serta tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, namun justru mempertajam materi, sebagai pusat informasi dan konseling remaja generasi berencana, sehingga dapat berjalan secara berdampingan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Natuna, Sri Riawati, SP.,M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan pedoman bagi para tenaga pengelola dan pelaksana pendidikan kependudukan serta guru mata pelajaran dalam memberi wawasan atau pengetahuan dan menumbuh menumbuhkan sikap dan perilaku yang responsif terhadap masalah kependudukan bagi para peserta didik.

Sri Riawati menjelaskan bahwa konsep SSK ini akan dilakukan dengan cara penambahan materi berupa asistensi materi pembelajaran utama, jadi tidak dimasukkan dalam kurikulum melainkan dijadikan bagian dari mata pelajaran yang memiliki keterkaitan dengan informasi kependudukan.

Adapun Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Dina Mariana SKM, MH, dan Kepala Seksi Kurikulum Penilaian Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna (Umar Wirahadikusuma). (Pro_kopim/Red)

RILIS PERS, Nomor : 1342 /PRO_KOPIM/2022