Untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang berkualitas, bekal keimanan harus diberikan sejak dini, sehingga nantinya mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh negatif globalisasi. Oleh karenanya pemerintah bertanggungjawab untuk mendukung terwujudnya kondisi diatas, diantaranya melalui program kerja sektor pendidikan baik berupa beasiswa, penyediaan media/lembaga pendidikan bagi pengenalan Tilawatil Qur’an dan lain sebagainya.
Hal ini disampaikan Bupati Natuna melalui Sekretaris Daerah, Wan Siswandi dalam acara Wisuda Santriwan/Santriwati, di Aula Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai, minggu (25/02) pagi. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Ketua TPQ Al Ikhlas, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Natuna dan segenap wali santri.
Menurut Wan Siswandi, upaya membimbing anak menjadi umat yang sholeh merupakan tanggungjawab orang tua karena nantinya akan dituntut pertanggungjawaban kehadapan Allah Subhanahu wata’ala. Semoga usaha keras saat ini menjadi ladang amal bagi semua, mengundang keberhakan baik bagi orang tua, keluarga, daerah, bangsa dan negara.
Selanjutnya kepada seluruh pengurus TPQ Al Ikhlas Wan Siswandi juga berharap agar dapat terus menjalankan perannya dengan tulus hati, menjadi salah satu media untuk menjalankan ibadah dalam menciptakan generasi penerus yang sholeh dan qur’ani sebagai modal pembangunan dimasa hadapan.
Kepada para santri juga dipesankan agar dapat terus meningkatkan kemampuan tilawatil qur’an yang dimiliki. Karena bukan tidak mungkin melalui proses pendidikan ini terlahir potensi tilawatil qur’an yang dapat mengharumkan nama daerah.
Pada kesempatan yang sama Kepala TPQ Al-Iklas, Syarippudin,S.ag melaporkan bahwa pendirian lembaga pendidikan ini merupakan prakarsa Ketua TP. PKK, Hj. Nurhayati Hamid Rizal 16 tahun lalu (tanggal 11 Februari 2002) dan wisuda ini merupakan penyelenggaraan yang ke 11 pada tahun 2018.
Untuk tahun ini TPQ Al Ikhlas mewisuda 60 santri dengan kemampuan sudah dapat membaca Al Qur’an, hapalan surat pendek dan bacaan shalat. Bagi peraih prestasi terbaik 1 dan 2 diberikan pula hadiah berupa 1 buah kitab suci Al-Quran dan beasiswa sekolah gratis selama 1 tahun terhitung maret 2018.
Syarifuddin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada segenap orang tua/wali santri dan para donatur yang selama ini telahpun mendukung jalannya lembaga pendidikan ini dalam menjalankan perannya bagi mengentaskan buta aksara Al Qur’an serta menanamkan nilai Islam kepada seluruh peserta didik. (Humas_Pro/Endang)
photo : @pcs
RILIS PERS, Nomor : 591 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2018

