Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi memimpin
Rapat Koordinasi Pemantapan Ketahanan Pangan Wilayah Kepulauan, yang digelar di
Ruang Rapat Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit
Arai, Ranai, jum’at (21/6) sore.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh sebagian besar pimpinan
Organisasi Perangkat Daerah dan Kepala Bidang Ketersediaan Pangan Badan
Ketahanan Pangan Republik Indonesia.
Dalam sambutan pembukanya, Wan Siswandi mengakui bahwa
Natuna masih sangat bergantung dengan beberapa daerah penyangga masalah pangan,
mengingat kondisi geografis, maupun pelaku pemenuhan pangan daerah belum dapat
berbuat untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah.
Namun diakuinya bahwa sudah terdapat beberapa komoditi
yang dapat dipenuhi daerah, khususnya sayur mayor. Sedangkan ketersediaan telur
dan beras masih belum dapat dipenuhi.
Kedepan dirinya berharap kepada instansi terkait agar
terus mengupayakan peningkatan pemberdayaan masyarakat untuk menangani hal
tersebut, baik melalui program strategis, peluang ekonomi dan
pendekatan-pendekatan.
Selanjutnya Kabid Ketersediaan Pangan Badan Ketahanan
Pangan Republik Indonesia, Rachmi Widiriani menjelaskan bahwa Natuna sampai
saat ini masih termasuk dalam kategori daerah yang rawan pangan.
Menurut Rachmi, hal ini terjadi disebabkan tingginya
angka konsumsi disbanding kemampuan produksi bahan pangan sebagaimana yang
dapat dilihat dari empat komoditi seperti padi ubi kayu, jagung dan ubi jalar.
Menurutnya hal ini harus disikapi dengan serius dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada, mengingat kondisi geografis daerah dalam sirklus tahunan seperti musim utara merupakan salah satu ancaman terjadinya kekurangan ketersediaan pangan. (Humas_Pro/Duan)