Rabu (08/01) lalu, Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko
Widodo berkunjung ke Kabupaten Natuna untuk melaksanakan beberapa agenda, yaitu
pertemuan dengan masyarakat nelayan dan unsur Pemerintah Daerah.
Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan, rombongan tiba
di Bandara Raden Sadjad Ranai, dan langsung menuju Sentra Kelautan dan
Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa dengan agenda tatap muka dengan
masyarakat, dan peninjauan Fasilitas Pelabuhan TNI AL Selat Lampa.
Selanjutnya, rombongan langsung menuju ke Kantor Bupati
Natuna, di Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, untuk bertemu dengan
masyarakat sekaligus membagikan sertifikat tanah gratis secara simbolis.
Dalam sambutannya Presiden menegaskan, bahwa pemberian
sertifikat tanah gratis ini, untuk membuktikan bahwa tanah yang ada di
Kabupaten Natuna, resmi milik masyarakat Indonesia. Baik secara defacto maupun
dejure, Kabupaten Natuna adalah milik Pemerintah Negara Indonesia.
Joko Widodo mengatakan, bahwa ada sebanyak 41.628 bidang
tanah yang telah dilakukan pencatatan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten
Natuna, namun baru sekitar 26.700 sertifikat yang sudah selesai dicetak dan
siap untuk dibagikan kepada masyarakat yang berhak.
Presiden berpesan agar masyarakat menjaga dengan baik
sertifikat tanah yang telah mereka terima, sehingga bisa menjadi bukti hak
sepenuhnya atas tanah mereka sendiri.
Joko Widodo juga meminta agar sertifikat tanah tersebut
disimpan dengan baik dan difotocopy, sehingga jika terjadi kerusakan maupun
hilang, akan mudah mengurus kembali sertifikat tanah yang telah diterbitkan
oleh Kantor Pertanahan setempat.
Sementara itu Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, atau
Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Surya Tjandra, mengatakan, bahwa
Pemerintah Pusat telah menargetkan pada tahun 2025 seluruh bidang tanah milik
rakyat Indonesia sudah bersertifikat resmi.
Surya Tjandra pun mengaku ingin kembali berkunjung ke
Kabupaten Natuna, guna meninjau pencatatan bidang tanah milik masyarakat yang
ada berada diluar pulau bunguran besar.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Natuna Abdul Hamid
Rizal menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Pusat, yang telah bersedia
berkunjung dan memperhatikan masyarakat Natuna, sebagai bentuk perhatian bagi
masyarakat yang berada di wilayah perbatasan NKRI.
Hamid Rizal berpesan kepada masyarakat penerima sertifikat tanah gratis, agar menjaga sertifikat tanah tersebut dengan sebaik mungkin, supaya dapat diwariskan kepada anak cucu secara turun temurun, tidak dijual jika tidak dalam kondisi mendesak. (Humas_Pro/Red)