Rodhial Huda Bangkitkan Semangat Sumpah Pemuda Melalui Pantun dan Gurindam Cina

Rodhial Huda Bangkitkan Semangat Sumpah Pemuda Melalui Pantun dan Gurindam Cina

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) hendaknya menjadi renungan agar setiap pemuda sadar akan diri dan bersikap dan bertingkah laku menjunjung tinggi rasa kemanusiaan, sebagai makhluk yang diciptakan paling sempurna, bukan sebaliknya bertingkah tidak seperti manusia.

HSP juga harus dimaknai sebagai momentum membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan, patriotism dan nasionalisme, bukan sebaliknya mengangkat euphoria kedaerahan, yang pada gilirannya akan memunculkan rasa ego dan berujung perpecahan.

Keberagaman dan semangat kepemudaan harus selalu ditumbuhkan dalam setiap sanubari pemuda, dengan toleransi dan semangat membangun negeri, terlebih lagi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis, yang membutuhkan energy besar dalam menjawabnya.

Hal diatas disampaikan Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda ketika menjadi Keynote Speaking pada peringatan HSP ke-93 Partai Hanura yang digelar secara daring, dari Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, kamis (28/10) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Rodhial Huda menyampaikan perkenalan diri serta apresiasi terhadap peringatan HSP kepada segenap peserta pertemuan daring tersebut melalui beberapa pantun dan gurindam cina yang dikarang sendiri olehnya.
Berikut pantun dan gurindam cina yang disampaikan pada kesempatan tersebut :

Didunia maya kita berjumpa
Sehingga tak bisa kita bersalam-salaman
Nama saya Rodhial Huda
Asalnya Natuna pekerjaan pelayan

Lagak pendekar di laut biru
Menghela kail merawai tenggiri
Agak gemetar dan malu-malu
Karena disuruh bicara dipartai sendiri

Kayuh ketanjung pakai bahtera
Bahteranya kandas digenting kuala
Sungguh beruntung partai hanura
Ketua DPD nya cerdas dan ganteng pula

Tuan putri berkerudung ungu
Raja melayu gagah perkasa
Negeri ini pasti maju
Pemuda bersatu bekerjasama

Apa guna keris pusaka
Untuk membela ibu pertiwi
Pemuda itu harapan bangsa
Maka teguhkan jiwa jaga NKRI

Pergilah ke samudra mencari rezeki
Jangam cuma berkutat di darat sahaja
Jadilah pemuda yang selalu memberi
Bukan pemuda yang selalu meminta

Gurindam cina :
Tuntutlah ilmu ke Negeri cina
Apa gerangan makna sabda
Kalau tak penting tak kan baginda mengucap sunah begitu rupa

Sekali-kali cobalah intip
Kedalam rumah si orang sipit
Mereka bangun pagi sekali
Kalahkan kita melayu asli

Bangun tidur tak sempat mimpi
Lalu sarapannya cepat sekali
Langsung bekerja apa sahaja
Gengsi dan malu tak pernah ada

Tengah hari istirahat sebentar
Makan siang hanya sekedar
Lalu mulai bekerja lagi
Bagai orang yang lupa diri

Sudah petang barulah pulang
Tentulah dengan membawa uang
Sampai di rumah tak langsung makan
Kadang malah menyambung pekerjaan

Karena istrinya belum tidur
Cina pun malu hendak mendengkur
Lalu membantu istri tercinta
Siapkan jualan berbagai rupa

Bertahun-tahun terus begitu
Terus bekerja tak kenal waktu
Lama-lama diapun kaya
Buah dari keras bekerja

Semakin hari semakin kaya
Bidang usaha bertambah bilangnya
Namun dia terus begitu
Bekerja bagai tak kenal waktu

Wahai kita melayu asli
Cepatkan kita merenung diri
Dengan menghayat sabda nabi
Dalam mengejar kisah dunia
Disuruh belajar sampai kecina

Rodhial Huda berharap agar melalui beberapa pantun dan gurindam cina diatas, bisa menggugah jiwa anak muda dalam Peringatan HSP tahun ini, berbekal modal kedua kaki dan tangan yang dibekali Allah SWT, untuk mengembangkan segala potensi untuk membangun negeri.

Terlebih lagi sebagai provinsi maritime, segenap pemuda hendaknya dapat bergerak dan berperan sebagai ujung tombak pembangunan, tidak berpangku tangan serta berupaya menjadi potensi kepemudaan yang produktif dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

Berikut beberapa bait pantun yang disampaikan juga dalam kesempatan yang sama :

Berhari-hari mendayung sampan
Jika lengah patah kemudi
Potensi bahari penuh kekayaan
Jika di manfaatkan jayalah kepri

Tari pencak tari selendang
Tarian di taman penghibur raja
Mari bergerak dari sekarang
Kembalikan kejayaan maritim kepri kita

Tanam mengkudu tumbuhnya rumput
Batang kenanga patah di tunjang
Zaman dahulu laksemana raja di laut
Sekarang saatnya sejarah berulang. (Pro_Kopim/Esal&Eris).

RILIS PERS, Nomor : 1303 /PRO_KOPIM/2021