Penerapan SPBE, Hamid Rizal harap OPD Hilangkan Ego Sektoral

Dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi yang semakin berkembang, penyelenggaraan pemerintah daerah, pembangunan dan pelayanan saat ini dituntut untuk merubah paradigm system kerja dari manual menuju digitalisasi.

Hal ini tidak lain bertujuan untuk menyikapi rentang kendali, mewujudkan system kerja yang efektif dan efisien, penyerapan anggaran yang tepat sasaran, terbuka, terukur dan professional.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan berbagai persiapan, diantaranya fasilitas pendukung maupun sumberdaya manusia yang memadai dan menguasai pengoperasian dan pemanfaatan produk kemajuan telekomunikasi informasi terkini.

Hal ini disampaikan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal ketika membuka kegiatan Sosialisasi Peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018, tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), bertempat di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, selasa (23/07) pagi, dihadiri oleh segenap pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Menurut Hamid, untuk membangun jaringan informasi untuk mendukung terciptanya operasional SPBE, selain fasilitas, sumberdaya aparatur yang memadai, hal terpenting adalah setiap OPD harus meninggalkan ego sektoral dan saling mendukung, terutama dalam menyatukan persepsi akan pentingnya penyelenggaraan seluruh tugas pokok dan fungsi berbasis elektronik saat ini.

Semoga dengan sinergi seluruh OPD yang ada, Pemerintah Kabupaten Natuna kedepan dapat mengejar ketertinggalan serta memperbaiki mutu pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan bagi masyarakat.

       Pada kesempatan yang sama Direktur Layanan Aptika Pemerintahan Kementrian Kominfo RI, Bambang Dwi Anggono juga menyampaikan bahwa SPBE yang dulu dikenal dengan istilah E-Government adalah merupakan hal yang sama. Namun terdapat hal baru, yaitu dalam SPBE juga menggunakan istilah Smart Government.

System ini akan bekerja skala nasional secara sistematis untuk seluruh tingkat pemerintahan, baik dari pemerintah pusat, provinsi sampai tingkat Kabupaten/Kota, yang bekerja secara integrasi dengan seluruh aplikasi antar OPD, membangun data analistik dan memanfaatkan kecerdasan dan kekuatan Informasi Teknologi untuk pertimbangan pengambilan kebijakan.

Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, Raja Darmika melaporkan bahwa kegiatan ini lahir karena tuntutan perubahan yang terjadi menuju era digitalisasi.

Untuk menyikapi tuntutan pelayanan yang semakin dinamis, saat ini pemerintah dituntut memanfaatkan teknologi informasi guna meningkatkan mutu pelayanan secara lebih baik, cepat, tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, Raja Darmika berharap terdapat upaya bersama untuk mengintegrasikan berbagai aplikasi , baik ditingkat pusat maupun daerah, secara terpadu dan transparan.(Humas_Pro/Endang, Dok./Ery)

RILIS PERS, Nomor : 911 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2019