Pemerintah Kabupaten Natuna mengikuti kegiatan Penilaian (Assesment) dalam rangka Gerakan Menuju Smart City, yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatikan RI, yang digelar secara virtual.
Bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, rabu (03/11) siang, dari Pemerintah Kabupaten Natuna dihadiri oleh Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, Kadis Kominfo, para asisten, Ka. Bappeda, Kepala DInas Pariwisata dan BPKAD.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, Raja Darmika memaparkan presentasi beberapa informasi terkait bahan Asessment tersebut.
Menurut Raja Darmika, kedepan program kerja Dinas Kominfo khususnya, maupun seluruh Organisasi Perangkat Daerah akan memadukan RPJMD yang terkait dengan Visi dan Misi Bupati, dimana pada Misi ke-7, yakni mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, Dinas Kominfo melalui teknologi informasi akan berupaya untuk mewujudkan konsep Smart City.
Mengingat Natuna merupakan kepulauan, maka akan disesuaikan menjadi Natuna Smart Iline. Hal ini dilakukan mengingat konsep kepulauan berbeda dengan daratan dari sisi teknologi.
Untuk mewujudkan hal diatas, terutama dalam realisasi pembangunan infrastruktur menuju Natuna Smart City atau Natuna Smart Iline, dirasa membutuhkan anggaran cukup besar.
Raja Darmika menjelaskan bahwa saat ini penganggaran dari APBD teralokasi dari tahun ketahun untuk mendukung teknologi informasi dan komunikasi tidak lebih dari 1% .
Sedangkan terkait dengan SDM dibidang IT, dari 2.092 SDM yang ada, hanya terdapat 90 orang di bidang TIK dalam persen 4,3 %, dan S2 terdapat 87 orang atau 4,1%.
Dalam mewujudkan Natuna Smart City sangat bergantung pada infrastruktur yang ada, mempercepat dan mempermudah pelayanan administrasi pemerintahan maupun pelayanan publik yang sudah mulai diterapkan.
Raja Darmika juga menjelaskan bahwa seperti dibidang perencanaan, terdapat aplikasi yang dinamakan e-planning yang dinamai dengan infis. Terdapat juga aplikasi dibidang Kepegawaian yang dikenal di Natuna dengan aplikasi Sikekah, dan keduanya sudah dibangun secara terintegrasi.
Selain itu, terdapat pula beberapa aplikasi yang dibangun dengan tujuan untuk memudahkan masyarakat, seperti pelayanan pajak pembayaran PDAM yang bisa dibayar secara online, ada juga aplikasi yang dibangun oleh putra putrid daerah, seperti Natuna Mart.
Raja Darmika juga menjelaskan bahwa saat ini hampir diseluruh wilayah Kabupaten Natuna telah dibangun infrastruktur pendukung Teknologi Informasi dan Komunikasi, dengan sinyal 4G.
Dari 46 Kantor Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Natuna, saat ini sudah terbangun jaringan internet terintegrasi pada 21 OPD yang sudah dapat dimanfaatkan bagi mendukung pelaksanaan tugas kedinasan. Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan beberapa spot jaringan internet yang berdekatan dengan lokasi kantor OPD dan tempat umum (hotspot public), seperti Pantai Piwang, kantor-kantor dinas dan Bandara.
Namun Raja Darmika mengakui bahwa saat ini Natuna belum memiliki data center dan masih memanfaatkan yang disediakan oleh Kemenkominfo untuk menyimpan data website OPD. (Pro_Kopim Esal & Eris)
RILIS PERS, Nomor : 1305 /PRO_KOPIM/2021

