Hadiri kegiatan Wisuda English Global, Wabup Natuna : Bahasa Inggris Bukan jadi Tuntutan, melainkan Kebutuhan

Seiring perkembangan informasi dan tuntutan zaman, Bahasa inggris yang merupakan Bahasa komunikasi global saat ini mulai diajarkan pada sekolah tingkat dasar (SD).

Kebutuhan penguasaan Bahasa inggris ditingkat Sekolah Dasar merupakan salah satu kebutuhan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke sekolah tingkat lanjutan. Oleh karenanya keberadaan Lembaga pendidikan luar sekolah/khursus saat ini sangat dirasa peranannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda ketika menghadiri acara Wisuda English Global yang diselenggarakan di Gedung Sri Serindit, Ranai, jum’at (15/09) pagi.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, para pengajar dan murid English Global beserta wali murid.

Menurut Rodhial, saat ini murid SD sedikit banyak sudah menguasai Bahasa Inggris dasar, walaupun belum banyak penguasaan kosakata, setidaknya keberanian untuk tampil dan memulai komunikasi berbahasa Inggris sudah mulai tampak.

Hal ini merupakan bentuk perubahan positif dari hasil perubahan kurikulum maupun keberadaan Lembaga pendidikan khursus Bahasa inggris yang ada saat ini.

Oleh karenanya, Rodhial menyampaikan apresiasi khususnya kepada para tenaga pengajar Bahasa Inggris yang mengajar di Global English, yang telah memberikan kontribusi bagi menambah pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam penguasaan Bahasa inggris.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, Erson Gempa Afriandi juga mengatakan bahwa kegiatan ini (Global English) merupakan khursus yang tidak berbayar bagi murid-murid tingkat Sekolah Dasar.

Erson berharap agar Global English dapat memberikan pengaruh positif bagi meningkatkan kemampuan murid SD terutama dalam penguasaan Bahasa inggris dasar yang akan menunjang pendidikan di sekolah.

Adapun murid Ehglish Global yang mengikuti prosesi wisuda kali ini berjumlah 36 orang. Selanjutnya Erson menghimbau dan mengajak agar orang tua dan kerabat wisudawan dan wisudawati untuk mendaftarkan kembali murid-murid untuk angkatan khursus berikutnya.

RILIS PERS, Nomor : 148133 /PRO_KOPIM/2023