Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal hadiri undangan Rapat
Evaluasi dari Optimalisasi Program Tol Laut dan Jembatan Udara yang digelar
oleh Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman RI, bertempat di Ruang Rapat
Pelindo IV Lantai 7 Jalan Soekarno Makasar, Sulawesi Selatan, dihadiri oleh 16
Kabupaten/kota perbatasan se Indonesia bersama 13 BUMN.
Rapat yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi
Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Jamaluddin ini membahas upaya bersama
dalam rangka optimalisasi potensi maritim diwilayah perbatasan untuk Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), terutama terkait program Tol Laut
sebagai salah satu urat nadi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.
Menurut Hamid Rizal ketika dihubungi lewat telepon
selulernya mengungkapkan rasa syukurnya terhadap dukungan program tol laut dan
udara yang berperan sangat penting terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan
mobilisasi barang kebutuhan masyarakat, sektor pedagangan dan perekonomian
serta konektivitas informasi wilayah perbatasan, terlebih lagi bagi Natuna.
Hamid Rizal menambahkan bahwa Natuna miliki potensi
sektor maritim yang sangat strategis, namun belum dapat dikelola secara optimal
mengingat keterbatasan fasilitas, lembaga pelayanan pendukung serta SDM. Oleh
karenanya, dirinya merasa bersyukur dan akan terus mendukung terhadap realisasi
sesuai rancangan program pemerintah pusat melalui RPJMN.
Adapun usulan Hamid Rizal dalam rapat tersebut guna
memaksimalkan program tol laut di Kabupaten Natuna adalah pembangunan Pelabuhan
Samudra di Telok Buton mengingat daerah
ini sudah memiliki alur laut yang cukup dalam, akses jalan yang sudah cukup
baik serta tidak akan mengganggu proses pengisian BBM di pelabuhan Pertamina
Selat Lampa sebagaimana terjadi saat ini.
Selain pengusulan pelabuhan Samudra, Hamid Rizal juga
mengusulkan pembangunan bandara internasional untuk dibangun di lokasi baru
dengan pertimbangan efektifitas dan efisiensi, mengingat bandara yang yang
melayani penerbangan sipil saat ini tidak memungkinkan untuk dikembangkan
menjadi bandara internasional karena berada di dalam kawasan/ komplek pangkalan
militer.
Usai mengikuti Rapat Evaluasi tersebut, Bupati Natuna yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Iskandar,S.Sos ketika itu juga melanjutkan agenda kegiatan Rapat dengan Dirjen Perhubungan Laut untuk membahas rencana Pembangunan Lintas Batas Negara di Kecamatan Serasan. (humas/pro/red)