Prioritas pembangunan hendaknya dapat terencana menjadi saling mendukung Antara satu sector dengan sector yang lain. Seperti halnya Kabupaten Natuna, dimana sector pariwisata yang saat ini terus dikembangkan. Dengan peningkatan jumlah kunjungan wisata, diharapkan kebutuhan bahan pangan juga meningkat.
Kedepan dengan pengembangan sector yang dilakukan secara bersamaan, diharapkan pula Natuna juga mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan hasil pertanian, dimana salah satu kecamatan dengan mata pencarian masyarakat sebagai petani terbanyak adalah Kecamatan Batubi.
Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna, Wan Siswandi dalam sambutannya ketika menghadiri acara kegiatan Bersih Desa (doa bersama) yang digelar di Gedung Astaka Desa Gunung Putri Kecamatan Bunguran Batubi, rabu (19/01) malam.
Selain beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah yang mendampingi Bupati Natuna dalam kunjungan kerja ini, tampak hadir pula Camat Bunguran Batubi, seluruh Kepala Desa dan Anggota Badan Perwakilan Desa se-Kecamatan Bunguran Batubi, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.
Menyinggung program kerja pembangunan tahun ini, Wan Siswandi menjelaskan bahwa sudah terencana beberapa pembangunan infrastruktur pendukung aktivitas perekonomian dan fasilitas umum masyarakat Kecamatan Bunguran Batubi, diantaranya peningkatan mutu irigasi persawahan serta jembatan box culvert saluran air.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan menyerahkan bantuan bagi peningkatan hasil pertanian masyarakat berupa 40 ton pupuk. Untuk tahun lalu, terdapat bantuan pupuk dari pemerintah pusat, Wan Siswandi berharap bantuan tersebut dapat berlanjut. Hal ini menjadi penting mengingat keterbatasan kemampuan daerah, sedangkan kebutuhan pupuk masyarakat sangat tinggi, namun produksi belum dapat dilakukan didalam daerah.
Mengingat saat ini Kabupaten Natuna masih sangat bergantung pada beberapa daerah penyangga terkait kebutuhan bahan pangan hasil pertanian dan perkebunan, Wan Siswandi mengakui bahwa sector pertanian dan perkebunan terus menjadi focus pemerintah dalam pembangunan.
Melalui peningkatan fasilitas pendukung sector pertanian baik fisik maupun non fisik, diharapkan kedepan hasil pertanian masyarakat dapat lebih ditingkatkan, dan bukan tidak mungkin dimasa hadapan Natuna mampu menjadi pemasok bahan makanan hasil pertanian dan perkebunan bagi seluruh masyarakat Natuna khususnya.
Apresiasi disampaikan pula kepada penyelenggara kegiatan, sebagai wujud syukur terhadap segala nikmat yang dianugerahi tuhan yang maha kuasa. Menurut Wan Siswandi, ungkapan rasa syukur harus terus dipanjatkan sebagai bentuk pengharapan atas keridhoan dari sang pencipta terhadap segala rencana dan ikhtiar yang dilakukan.
Ditambahkan pula bahwa pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan sampai saat ini telahpun memenuhi target pada setiap dosis dan penerimanya. Hal ini sedikit banyak berimbas pada berkurangnya kasus Covid-19 di Kabupaten Natuna. Untuk itu, Wan Siswandi juga menyampaikan apresiasi baik kepada tim gugus tugas penanganan Covid-19 yang bertugas, serta kepedulian segenap masyarakat.
Wan Siswandi berharap, walaupun kondisi Covid -19 saat ini perlahan mereda namun bukan berarti kewaspadaan harus berkurang. Untuk itu dihimbau agar seluruh masyarakat dapat terus mengupayakan kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai bentuk upaya mandiri untuk menghidari penularan penyakit tersebut.
Dalam kesempatan yang sama Camat Bunguran Batubi, Said Muhammad Fadli menyampaikan bahwa kegiatan Bersi Desa/Doa Bersama ini merupakan perdana digelar. Dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin Desa Gunung Putri sebagai bentuk syukur atas nikmat tuhan, sekaligus sebagai media silaturrahmi.
Selain itu, kegiatan ini juga dirasa memiliki nilai positif terhadap upaya melestarikan budaya melalui penampilan atraksi seni budaya yang disuguhkan kepada masyarakat.
Fadli juga melaporkan bahwa untuk saat ini pihak kecamatan sedang berupaya membangun koordinasi dan promosi kepada beberapa pihak swasta yang berminat untuk berinvestasi disektor pertanian, khususnya pengolahan komoditi kelapa sawit milik masyarakat.
Dirinya berharap agar upaya ini mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. hal ini diharapkan pula agar sector pertanian kelapa sawit dapat kembali menjadi komoditi potensial yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Pro_kopim/red)
RILIS PERS, Nomor : 1326 /PRO_KOPIM/2021

