Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal menghadiri kegiatan
Peresmian Palapa Ring Barat di Kabupaten Natuna serta penandatanganan Naskah
Perjanjian Hibah barang milik daerah kepada pihak Kementerian Kelautan dan
Perikanan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal KKP, Nilanto Perbowo berupa
Dermaga Pelabuhan di Desa Tanjung Kumbik dan Kecamatan Pulau Tiga dengan total
aset senilai 2,74 Milyar.
Kegiatan yang di gelar di fasilitas Sentra Kelautan
Perikanan Terpadu Selat Lampa, rabu (20/3) lalu, dihadiri pula oleh perwakilan
dari Bakti Kominfo, Unsur FKPD, pimpinan OPD, Camat, Kepala Desa dan kelompok
nelayan setempat.
Dalam kesempatan tersebut Sekjen KKP, Nilanto mengatakan
bahwa hibah aset tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Natuna
dalam upaya pengembangan sektor kelautan dan perikanan sebagai potensi unggulan
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Nilanto juga mengatakan bahwa selain SKPT Selat Lampa,
sampai saat ini sudah dibangun 12 SKPT diwilayah – wilayah pesisir seluruh
Indonesia dan siap untuk beroperasi, diantaranya, Nunukan, Biak Numfor, Talaud,
Morotai, Mentawa Sabang. Rote Ndao, Sumba Timur dan Saumlaki.
Ditambahkan oleh Nilanto bahwa Total produksi ikan hasil tangkapan Nelayan
Natuna yang didaratkan di lokasi SKPT Natuna sampai Desember 2018 mencapai
1,361 ton dengan nilai sekitar 34 Miliar.
Untuk meningkatkan fungsi fasilitas tersebut, pihaknya
berencana untuk mengarahkan kapal kapal ikan dengan izin propinsi dan pusat
yang beroperasi di perairan Natuna Utara untuk mendaratkan hasil tangkapan di
Lokasi SKPT Natuna, sehingga berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.
Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 3
Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Industri Perikanan
Nasional, dan untuk mendukung operasional SKPT Selat Lampa juga mendapat banyak
dukungan dari Kementerian/Lembaga terkait, seperti dari Kementerian PUPR dalam
bentuk pembangunan jalan akses ke lokasi SKPT Natuna dari Ibu Kota
Kementerian Komunikasi dan Informatika juga memberikan
dukungan dalam bentuk penyediaan fasilitas dan penguatan akses telekomunikasi/internet
di SKPT Natuna melalui Bakti Kominfo, Kementerian Perhubungan dengan penyediaan
sarana transportasi distribusi pemasaran melalui Tol Laut, dan fasilitasi
penerbitan dokumen kapal bantuan pemerintah bagi para nelayan.
Selain itu, Kementerian BUMN juga memberikan dukungan
dengan melibatkan Perum Perikanan, serta pelayanan perbankan yang menyediakan
fasilitas transaksi yang ditempatkan di lokasi SKPT Natuna.
Nilanto menjelaskan bahwa untuk Kementerian Kelautan dan
Perikanan sendiri telahpun menggulirkan dana
APBN untuk kegiatan SKPT Natuna sejak tahun 2015 sampai 2018 mencapai
nilai 212,2 milyar didukung pembiayaan dari Dana Alokasi Khusus mencapai 8.6
Milyar dan DAK Kabupaten Natuna hingga 18.7 Milyar.
Dalam kesempatan tersebut digelar pula Video Conference
dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika antara Menteri Kelautan
dan Perikanan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Kantor STO
PT. Telkom Sorong, dan Kantor Bupati Morotai, Kota Batam dan Pantai Kencana Ranai.
Selain itu, Video Call juga dilakukan dengan nelayan yang
sedang melaut diperairan Natuna sebagai bentuk interaksi audio visual dengan
menggunakan Aplikasi Nelayan Nusantara, Aruna dan Qasir
Dalam sesi tanya jawab, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal juga
menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak kementerian yang telah memberikan
fokus perhatian melalui berbagai program kerja, diantaranya pembangunan
fasilitas SKPT Selat Lampa, peningkatan mutu jaringan seluler/internet yang
diharapkan berdampak pada peningkatan manfaat fasilitas sekaligus upaya
mencegah terjadinya kecelakaan laut bagi nelayan saat menjalankan aktifitasnya.
Hamid Rizal berharap dengan segala kemudahan dan program kerja dari kementerian dan berbagai lembaga terkait, dapat lebih memotivasi para nelayan tempatan bagi meningkatkan pengelolaan potensi perikanan daerah bagi meningkatkan kesejahteraan dan mengupayakan potensi tersebut menjadi andalan Pendapatan Asli Daerah kedepan. (Humas_Pro/Red)