Bertempat
di ruang rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai Ranai, jum’at
(21/6) pagi, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Wan Siswandi yang ketika itu
didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol, Budi Darma dan Kasubbag
Pemberitaan dan Publikasi, Syamsul Anwar menggelar Konferensi Pers bersama
beberapa awak media massa yang bertugas di Kabupaten Natuna.
Turut
hadir dalam mendampingi Bupati Natuna kali ini diantaranya, Kepala Dinas
Pariwisata, Hardinansyah, Kepala Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Satu
Pintu, Indra Joni, Kepala DInas
Perindustrian dan Perdagangan, Agus Supardi, Kepala Dinas Perikanan, Zakimin,
Kasubag Protokoler Defrizal, dan Kasubag Antar Lembaga, Ronnie Indra.
Wan
Siswandi menerangkan bahwa keberangkatan rombongan Pemda Kabupaten Natuna
tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Pemerintah Jepang ke
Natuna beberapa waktu yang lalu.
Adapun
undangan tersebut merupakan sebuah kesempatan dan penghargaan besar bagi daerah
mengingat dari seluruh daerah, hanya Natuna dan Morotai yang diundang untuk
dapat memaparkan potenis daerahnya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20
yang kebetulan kali ini Jepang menjadi tuan rumah penyelenggara.
Masih
menurut Wan Siswandi, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pula “Side Event”
berupa forum bisnis yang difokuskan untuk mendorong promosi perdagangan,
investasi dan pariwisata di Indonesia oleh KJRI Osaka.
Untuk
menindak lanjuti rencana pengembangan kawasan ekonomi daerah, Wan Siswandi juga
menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah akan melakukan pembebasan lahan tidak jauh
dari lokasi Pasar Ranai saat ini, dimana lokasi tersebut rencananya akan
dibangun Pasar Modern yang merupakan program kerja Kementerian Kelautan dan
Perikanan RI senilai 100 milyar rupiah.
Dalam
kesempatan ini, Bupati Natuna akan memaparkan dua potensi unggulan daerah saat
ini, yaitu Pariwisata dan Perikanan yang dirasa memiliki peluang strategis
untuk mendukung berbagai sector lainnya seperti upaya peningkatan ekspor
produksi Indonesia ke Jepang, promosi terhadap realisasi investasi serta
berupaya untuk membuka peluang tenaga kerja Indonesia ke Jepang.
Harapan
terhadap segala upaya yang dilakukan saat ini tidak lain agar kedepan dua
sector unggulan diatas mampu menopang pembangunan melalui Pendapatan Asli
Daerah, mengingat saat ini kewenangan terhadap pengelolaan Migas sudah menjadi
kewenangan Provinsi Kepri.
Adapun kegiatan yang digelar di Osaka Central Publik Hall tersebut akan diselenggarakan pada rabu (26/6) mendatang, sedangkan kegiatan Indonesia Japan Bussines Forum (IJBF) nantinya akan digelar selama dua hari berupa seminar yang menghadirkan beberapa pejabat pemerintahan dari Indonesia sebagai Narasumber (Humas_Pro/Red)
dok.humpro(eki)
RILIS PERS, Nomor : 884 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2019
Bupati Natuna Dijadwalkan Hadiri KTT G-20 di Osaka, Jepang
