Bupati Natuna Buka Musrenbang Kecamatan Wilayah III Di Kecamatan Midai

Untuk memenuhi persyaratan proses rencana pembangunan daerah, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Wilayah III (Kecamatan Midai, Suak Midai, Serasan, Serasan Timur dan Subi), bertempat di Gedung Serbaguna Jalan Tanjung Selamat Kecamatan Midai, kamis (14/2) siang.

Agenda tersebut merupakan salah satu jadwal lawatan Pemerintah Kabupaten Natuna di Kecamatan Midai dengan komposisi rombongan diantaranya turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Natuna, Sekretaris Daerah, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Natuna dan beberapa staf.

Selain rombongan kunjungan kerja, kegiatan musrenbang dihadiri pula seluruh camat wilayah III, Lurah, Kepala Desa dan Anggota BPD serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Hamid Rizal menegaskan bahwa musrenbang memiliki arti penting sebagai salah satu tahapan pembangunan.

Sepatutnya dapat menjadi media komunikasi untuk menetapkan prioritas bersama terhadap kebutuhan percepatan pembangunan daerah, bukan pula sebagai wadah bagi wujudkan kepentingan pribadi maupun golongan.

Selanjutnya Hamid juga menjelaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan sudah sangat terasa berkat perhatian dari pemerintah pusat melalui berbagai program yang dicanangkan Presiden RI di Kabupaten Natuna dan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini berada pada angka 5,8. Diatas angka pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,2.

Pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari peningkatan pemberdayaan beberapa sektor, seperti bidang Perikanan, pembenahan infrastruktur dasar, konektivitas, telekomunikasi dan lain sebagainya.

Untuk itu Hamid Rizal berharap agar seluruh masyarakat dapat mensyukurinya dengan cara terus mendukung pembangunan daerah melalui berbagai peran dan fungsi.

Selanjutnya Camat Midai, Tri Didik Sisworo melaporkan bahwa belakangan ini sering terjadi musibah, diantaranya pada pertengahan Oktober 2018 terjadi pompong nelayan tenggelam dihantam gelombang dan awal Januari 2019 Pelabuhan TB roboh juga dihantam gelombang saat terjadi cuaca ekstrem.

Kondisi ini rutin dialami oleh masyarakat khususnya kecamatan wilayah III dan sepatutnya menjadi salah satu bahan evaluasi pada penyusunan rencana pembangunan disetiap tahunnya.

Untuk itu Didik berharap dalam rencana pembangunan kali ini, kualitas fisik infrastruktur dapat lebih disesuaikan dengan kondisi iklim setempat, faktor keselamatan nelayan tempatan juga mendapatkan perhatian khusus selain prioritas pembangunan lainnya. (Humas_Pro/Endang)

RILIS PERS, Nomor : 801 /IP/HUMAS-PROTOKOL/2019