Bertempat di Adiwana Jelita Sejuba Resort, Desa Sepempang kecamatan Bunguran Timur, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda hadir sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Analisis Situasi Dan Pemetaan Program Stunting Bagi Perangkat Daerah, Rabu (25/10/2023) siang.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua TP PKK Kabupaten Natuna, Kepala BP3D selaku penyelenggara kegiatan, Kadis Pendidikan, Kadis DPMD, Kadis Perkim, Kadis Dukcapil, Kadis PUPR, perwakilan Masing-masing OPD dan Tenaga Ahli Pendamping Regional 1 Kementerian Dalam Negeri.
Untuk mencapai tujuan percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Natuna, harus dilakukan dengan langkah-langkah nyata, dalam hal ini membutuhkan kemampuan untuk membaca situasi, menentukan faktor Eksternal ataupun Internal, menentukan permasalahan sebenarnya, serta mengidentifikasi program-program yang telah dan akan disusun bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.
Adapun tujuan kegiatan ini, khususnya Tim Teknis/Tim Entry 8 aksi konvergensi di Web Monev Bangda ini diharapkan dapat membantu memastikan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dapat berkoordinasi dengan baik, memiliki Pemahaman, konsep dan arah yang sama dalam upaya Penurunan Stunting di Kabupaten Natuna.
Pada kesempatan tersebut Rodhial Huda dalam sambutannya menerangkan bahwa saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi, hal ini menjadi kesempatan untuk menjadi negara yang maju di tahun 2045.
Sedangkan Stunting yang memiliki hubungan erat dengan permasalahan gizi anak merupakan faktor penting dan menjadi penentu kemampuan Indonesia untuk memanfaatkan kondisi Demografi tersebut.
Stunting juga dapat menurunkan kapasitas intelektual anak dan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian di masa depan. Stunting bukan hanya masalah Kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Oleh karenanya, hal ini harus menjadi tanggungjawab semua pihak.
Lanjut Rodhial Huda menerangkan bahwa berdasarkan data hasil survey SSGI pada tahun 2021 sebesar 17,8%, dan Tahun 2022 sebesar 18%. Sementara target secara nasional di tahun 2024, target stunting harus turun di angka 14%, perlu kerja keras dan kepedulian semua pihak.
Ada beberapa langkah konkrit yang harus diambil untuk mengentaskan stunting, antara lain pentingnya asupan gizi yang baik pada fase 1000 hari pertama kehidupan, memastikan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas tersedia dan terjangkau bagi semua masyarakat, meningkatkan akses masyarakat ke sanitasi yang layak dan Air Bersih
Untuk mencapai tujuan mempercepat penurunan stunting tersebut, Rodhial Huda menegaskan dibutuhkan kemampuan membaca situasi menentukan faktor eksternal ataupun internal, menentukan permasalahan sebenarnya serta mengidentifikasi program-program yang telah dan akan disusun bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.
Oleh karenanya, perlu dilakukan peningkatan kompetensi perangkat daerah, salah satunya melalui Bimtek yang diadakan pada saat ini, untuk memberikan pemahaman pentingnya pelaksanaan konvergensi stunting dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Natuna. (Pro_kopim/Irles)
RILIS PERS, Nomor : 148154 /PRO_KOPIM/2023

