Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti didampingi
Asisten Administarsi Umum Sekretariat Daerah, Izwar Asfawi dan Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana, Rika Asmi memimpin Audiensi
bersama Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten
Natuna, diruang Rapat Wakil Bupati Natuna, selasa (21/1) pagi. Turut hadir
Ketua KPPAD dan Anggota.
Apresiasi atas prakarsa KPPAD untuk melakukan audiensi kali ini, sehingga informasi yang dihimpun dilapangan, terutama terkait berbagai permasalahan anak dapat dibahas secara lebih focus.
Dalam sambutan pembukanya, Ngesti menyampaikan apresiasi
atas prakarsa KPPAD untuk melakukan audiensi kali ini, sehingga informasi yang
dihimpun dilapangan, terutama terkait berbagai permasalahan anak dapat dibahas
secara lebih focus.
Menurut Ngesti, terdapat problema terkini ditengah
masyarakat, terutama terkait tahap pertumbuhan anak yang dirasa mempengaruhi
proses pengembangan mental, akhlak dan karakter yang pada gilirannya
menciptakan generasi yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat timur.
Diantara permasalahan tersebut, perkembangan teknologi informasi komunikasi,
sebagian besar orang tua memberikan keleluasaan kepada anak untuk penggunaan
gadget tanpa pengawasan, karena disadari bahwa kemudahan informasi yang didapat
juga memuat berbagai informasi yang dikhawatirkan merusak moral dan karakter
anak.
Hal diatas harus disikapi secara bijak, terutama bagi
orang tua dan masyarakat sekitar, untuk melakukan control serta pengawasan, dan
yang tidak kalah pentingnya, masyarakat juga harus pula memberikan contoh
tauladan yang baik, untuk menyelamatkan sebuah generasi penerus pembangunan.
Kepada Pengurus KPPAD Ngesti sangat berharap agar dapat
membuat program kerja yang lebih mengacu pada membangun komunikasi melalui
penyampaian informasi kepada masyarakat, sehingga pada gilirannya, orang tua
maupun masyarakat dapat lebih dibangun kesadaran dan kepedulian, terutama dalam
mewujudkan hak-hak anak.
Selain itu juga, Ngesti mengharapkan kepada Dinas
Pendidikan khususnya untuk dapat pula meningkatkan sekaligus melindungi profesi
guru dalam melaksanakan tugasnya. Mengupayakan agar wibawa seorang guru dapat
terbangun, sehingga tercipta kembali penghormatan murid atas keberadaan serta
jasa para guru, baik di sekolah maupun dalam pergaulan ditengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama Ketua KPPAD Kabupaten Natuna,
Sulaiman menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Natuna dihadapkan pada kejadian
luar biasa yang dialami oleh anak, baik pencabulan, kenakalan remaja dan
berbagai kasus lainnya, yang disebabkan terjadinya perceraian orang tua.
Sulaiman mengakui bahwa informasi tersebut didapat dari
berbagai sumber yang dihasilkan dari pantauan dilapangan, dan menurutnya
kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan dan perlu strategi khusus untuk
menyikapi hal tersebut.
Adapun program kerja yang sudah dijalankan oleh KPPAD sejauh
ini diantaranya program peninjauan
langsung di desa-desa melalui kegiatan sosialisasi yang dirasa lebih tepat
sasaran untuk menyampaikan informasi dengan target program diantaranya orang
tua dan keluarga serta pemangku kepentingan ditingkat desa.
Dengan program tersebut, KPPAD Kabupaten Natuna berharap dapat membangkitkan kepedulian bersama, terutama dalam mendukung proses pertumbuhan anak yang lebih ideal serta mewujudkan hak-hak anak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Pro _ Kopim/ Jasipah/#PCS)