Bertempat di ruang rapat lantai II, Kantor Bupati, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda memimpin Rapat bersama Kemenko Polhukam guna membahas tentang Sinyal telekomunikasi yang masih dirasakan lemah, Rabu (1/11) pagi.
Dalam sambutannya, Rodhial Huda menyampaikan bahwa Kabupaten Natuna dikatakan memiliki potensi menjanjikan yang ingin dieksploitasi oleh negara-negara besar, yaitu sektor migas dan perikanan.
Jadi apakah potensi Natuna ini mau kita tutup rapat sehingga sinyalnya saja susah, atau kita buka seluas-luasnya supaya negara luar tau siapa yang punya.
Hal senada disampaika Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam, Marsma TNI Budi Eko mengaku sepakat bahwa Natuna merupakan daerah strategis nasional, apalagi dilihat dari sisi pertahanan keamanan.
Oleh karenanya diakui pihaknya bertandang kemari untuk menyerap langsung aspirasi serta kendala yang masih menjadi permasalahan untuk selanjutnya akan dibangun koordinasi dalam menetapkan solusi terhadap permasalahan itu sendiri.
Budi juga meminta kepada semua pihak agar secara terbuka menyampaikan segala persoalan, diantaranya terkait telekomunikasi yang dihadapi, sehingga kedepan dapat dibangun koordinasi atau sinkronisasi dengan kementerian terkait.
Kalau kemarin, secara umum disampaikan bahwa sudah banyak tower yang dibangun, akan tetapi tidak ada sinyal atau bandwidth yang kecil sehingga tidak bisa menjangkau seluruh wilayah.
Terkait permintaan Bupati Natuna untuk pemanfaatan aset TNI di Teluk Buton, pihaknya akan menyampaikan kepada unsur pimpinan untuk selanjutkan dilakukan koordinasi.
Sementara itu, Angga, Manajer Telkom One Area Kepulauan Riau, mengatakan bahwa pihaknya memiliki keterbatasan, terlebih lagi dirinya mengakui bahwa pada level yang dipimpinnya hanya memiliki keterbatasan kewenangan operasional, bukan pada level pengambil kebijakan.
Ia mendapat isu bahwa sinyal krisis di beberapa daerah di luar pulau Bunguran, terjadi karena kapasitas bandwidthnya kecil, sebab, ditransmisikan menggunakan radio dari pulau utama ke daerah lainnya.
Diakuinya, dengan menggunakan sistem radio, kemampuannya akan mempengaruhi jarak tempuh dan kondisi cuaca. Apabila cuaca kurang bagus, maka kualitasnya akan menurun dan kapasitasnya terbatas.
Kemudian untuk solusi yang cukup cepat, kita bisa memasang radio di fasilitas TNI yang ada di Teluk Buton, tapi harus dikoordinasikan dulu.(Pro_kopim/Irles)
RILIS PERS, Nomor : 148159 /PRO_KOPIM/2023

