Bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, Jum’at (17/03) siang, Sekretaris Daerah Boy Wijanarko Varianto berkesempatan hadir pada acara Penyerahan simbolis secara santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan ahli waris peserta yang menjadi korban bencana tanah longsor di Serasan Kabupaten Natuna.
Dalam kesempatan tersebut tampak hadir beberapa pejabat daerah, diantaranya Wakil ketua 1 DPRD Kabupaten Natuna, Kajari Natuna, Deputi Direktur Wilayah Sumbariau Kepri BPJS Ketenagakerjaan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Natuna, ketua HKS, Penerima santunan ahli waris.
Boy Wijanarko dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan beserta jajarannya yang telah gerak cepat menanggapi musibah tanah longsor yang menimpa masyarakat di Kecamatan Serasan.
Menurutnya, musibah tidak bisa dielakkan oleh siapapun dan tidak ingin semua ini terjadi, namun takdir Allah atas kuasanya dan pada dasarnya segala kejadian diantaranya maut merupakan kuasa rahasia ilahi.
Oleh karenanya Boy ketika itu mengajak seluruh undangan yang hadir untuk turut mendoakan seluruh korban longsor tersebut, semoga arwah diberikan pengampunan serta diterima disisi Allah. Selain itu kepada segenap keluarga yang ditinggalkan memperoleh kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian.
Mengingat kondisi darurat seperti kejadian tanah longsor yang menimpa masyarakat Kecamatan Serasan, Boy juga menghimbau kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah untuk segera mendaftarkan seluruh stafnya, baik PTT, Tenaga Kontrak maupun Tenaga Harian Lepas menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Deputi Direktur Wilayah Sumbariau Kepri BPJS ketenagakerjaan, Eko Yulianda juga menghaturkan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa masyarakat Kecamatan Serasan.
saudara kita di Kecamatan Serasan, sampai dengan hari ini sudah terkonfirmasi sebanyak 54 korban sedangkan 2 masih dalam pencarian.
Memang tidak ada seorang pun mau mengalami kondisi seperti mungkin ini sudah takdir dari Allah SWT dan kita tidak bisa mengelaknya.
Dari 54 korban meninggal dunia yang sudah berhasil diidentifikasi maupun yang masih belum ditemukan, terdapat 5 orang peserta aktif dari BPJS ketenagakerjaan (1 orang PTT Satuan Pamong Praja Kabupaten Natuna, satu orang PTT Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, sedangkan 3 orang dari perangkat Desa Pangkalan).
Adapun jumlah santunan yang diserahkan kepada kelima peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut adalah sebesar 1.2 milyar, khususnya bagi para korban yang merupakan peserta BPJS ketenagakerjaan yang sedang menjalankan tugas.
Adapun santunan yang diberikan secara simbolis oleh pihak BPKS Ketenagakerjaan diserahkan kepada ahli waris atas nama almarhum Efan, Wawan Setiawan, Jasmarullah, Susan, Bebenza. (Pro-Kopim/D)
RILIS PERS, Nomor : 14792 /PRO_KOPIM/2023

