Musabaqoh Tilawati Qur’an seyogyanya menjadi momentum untuk salah satu program pembangunan peningkatan keimanan dan ketakwaan umat, bukan menjadi malah terbiaskan dengan berbagai kegiatan pendukung yang sering menjadi tujuan utama para pengunjung yang datang pada lokasi-lokasi pelaksanaan kegiatan.
Untuk itu, diharapkan pada pelaksanaan MTQ kali ini harus dilakukan perubahan fokus dan konsepnya, dimana kegiatannya harus benar-benar menjadi expose tilawatil qur’an, bukan malah pembangunan bazar yang lebih diperbanyak.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda dalam sambutan pembukanya pada Rapat Persiapan MTQ X tingkat Kabupaten Natuna yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Ranai, rabu (11/05)
Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh beberapa unsur terkait pelaksanaan kegiatan, diantaranya anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan perwakilan dari PLN Ranai.
Ditambahkan pula bahwa untuk lebih menyempurnakan pelaksanaan kegiatan, dibutuhkan koordinasi seluruh unsur yang terlibat. Adapun kegiatan MTQ X Tingkat Kabupaten Natuna rencananya akan dipusatkan di Masjid Agung Natuna, Ranai Kecamatan Bunguran Timur.
Untuk pelaksanaan MTQ kali ini, Rodhial mengatakan bahwa untuk memelihara nilai-nilai keagamaan, pelaksanaannya nanti akan difokuskan dengan menggunakan fasilitas masjid, tanpa menggunakan astaka sebagaimana biasanya.
Hal ini dimaksud untuk memaksimalkan peran masjid sebagai pusat pelaksanaan pembinaan umat, menghindari penggunaan anggaran yang dirasa terkesan akan mubazir, mengingat kemampuan anggaran daerah saat ini mengalami penurunan.
Rodhial berharap pelaksanaan MTQ tahun ini benar-benar dapat dijadikan momentum untuk membangun motivasi para peserta bagi meningkatkan kemampuan tilawatil qur’an, serta memberi manfaat kepada masyarakat bagi membangun keimanan dan ketakwaan ummat. (Pro_kopim/Endang)
RILIS PERS, Nomor : 1373 /PRO_KOPIM/2022

