Kewibawaan Melayu harus dikembalikan, dengan menjunjung tinggi aturan, norma, sikap serta tata kelola kehidupan dan penghidupan yang dituangkan dalam kebiasaan sehari-hari.
Kekhawatiran ini bermuara dari laju pembangunan dan kemajuan yang terjadi, dimana masyarakat melayu Kabupaten Natuna khususnya telah bergeser mengikuti pola hidup yang tercermin dalam kemajuan informasi, kebiasaan yang terkadang bertentangan dengan petua serta kebiasaan adat melayu.
Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna, Wan Siswandi dalam sambutannya pada acara Pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kecamatan Serasan Masa Hikmad 2022 – 2027 yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Kecamatan Serasan, minggu (13/02) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum LAM Provinsi Kepri Kabupaten Natuna, Rodhial Huda, beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat dan Kepala Desa serta para tokoh masyarakat Kecamatan Serasan.
Wan Siswandi juga menambahkan bahwa upaya menjaga identitas diri masyarakat melayu merupakan tanggungjawab bersama. Untuk itu, dengan dilantiknya pengurus LAM Kecamatan Serasan ini diharapkan mampu menjadi wadah para tokoh adat untuk mendukung hal tersebut, dengan membangun koordinasi dengan pihak Kecamatan dan Desa serta terus menggali nilai-nilai adat resam warisan melayu Natuna khususnya.
Hal senada disampaikan Ketua LAM Kabupaten Natuna, Rodhial Huda dalam sambutannya dalam kesempatan tersebut, dengan dilantiknya pengurus LAM Kecamatan Serasan ini, dapat pula memberi dukungan sebagai benteng adat, untuk meminimalisir terjadinya pengikisan jatidiri sebagai masyarakat melayu di Serasan khususnya dan masyarakat Kabupaten Natuna pada umumnya.
Menurutnya, masyarakat melayu Natuna harus benar-benar mampu mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dan tidak menjadi penonton di negeri sendiri. Dengan demikian, marwah melayu dapat kembali dijunjung tinggi.
Namun, hal utama yang harus benar – benar menjadi perhatian dan focus bersama, bahwa adat melayu bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah, dengan kata lain, ajar islam harus kembali dijadikan sandaran untuk membangkitkan wibawa melayu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
Rodhial berharap walau dalam kondisi minim seperti dialami saat ini, pengurus LAM tetap bersabar dan ikhlas dalam menjalankan peranannya. Terus menumbuhkan keyakinan diri, bahwa dengan niat yang dikandung semata mengharapkan ridho ilahi, segala rencana akan selalu diberikan jalan. (Pro_kopim/Red)
RILIS PERS, Nomor : 1340 /PRO_KOPIM/2022

