Tim Geopark Natuna menyelenggarakan program Geopark Natuna Goes to Scool yang digelar di Ruang Laboratorium Bahasa SMA Negeri 1 Bunguran Timur, Jalan Pramuka, Ranai, jum’at (27/09) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, Kepala Sekolah dan majelis guru serta siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 1 Ranai.
Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, dimana dalam sambutannya menjelaskan bahwa generasi muda harus terus berupaya memperluas wawasan dan khazanah diri.
Menurut Rodhial, Geosite (kondisi bebatuan) yang ada di Kabupaten Natuna diperkirakan memiliki usia diatas 100 juta tahun, jauh lebih tua dari bebatuan yang berada di Pulau Jawa.
Keberadaan bebatuan tersebut harus terus dilestarikan, dan jangan sampai dirusak walau dengan alasan maupun kepentingan apapun, karena hal ini merupakan khazanah sumberdaya alam yang dianugerahkan tuhan kepada masyarakat Natuna.
Dengan keberadaan Geosite tersebut, sepatutnya pengembangan sektor pariwisata harus dibangun secara ekslusif untuk menarik minat pengunjung yang ingin menikmati nuansa alam di Natuna.
Berbagai aktifitas pariwisata tersebut, sepatutnya menjadi peluang lapangan kerja yang diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian masyarakat khususnya.
Lebih lanjut Rodhial juga menjelaskan bahwa Pembangunan sektor pariwisata sepatutnya menerapkan asas-asas pelestarian, dimana potensi yang diolah harus disejalankan dengan program konservasi, pelestarian dan rehabilitasi, bukan menjadi program pakai habis dimana dampak buruk dari Pembangunan tersebut menimbulkan kerusakan alam.
Pada kesempatan yang sama, Hardinansyah selaku Wakil Ketua Geopark Kabupaten Natuna menyampaikan bahwa Geografis Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah 264.198,37, KM persegi, dimana 99,25 % dari wilayah tersebut adalah lautan.
Memiliki 154 Pulau, dengan rincian pulau berpenghuni 27 pulau dan 127 Pulau yang belum berpenghuni. Natuna memiliki potensi laut pada sektor perikanan, sedangkan Potensi Pariwisata, sejauh ini telah ditetapkan 120 destinasi objek wisata. Adapun komposisi destinasi wisata daerah adalah 84% wisata Bahari.
Hardinansyah menjelaskan, pada beberapa tahun lalu Kabupaten Natuna telah ditetapkan sebagai salah satu Taman Geopark Nasional. Natuna memiliki Kawasan Geosite, yakni keanekaragaman bebatuan yang usianya 188 juta tahun yang lalu, yakni berada di Pulau Akar dan Pulau Setanau.
Sedangkan keanekaragaman hayati, Natuna memiliki hewan endemic/tidak ditemukan di daerah lain, yakni Kekah yang sampai saat ini telah dilakukan upaya pelestarian untuk mencegah kepunahan.
Adapun tujuan utama program Geopark Natuna Goes to School tidak lain untuk memperkenalkan berbagai program pendukung Geopark. Selain itu pihaknya juga berencana untuk menfasilitasi para siswa-siswi untuk berkunjung ke beberapa titik konservasi geosite geopark, bagi memperkenalkan jenis bebatuan geosite, serta memperkenalkan keanekaragaman flora dan fauna yang ditemukan di lokasi -lokasi tersebut.
Hardinansyah melanjutkan bahwa status Geopark yang disandang oleh Natuna tersebut, memungkinkan pemerintah daerah dan berbagai unsur terkait untuk mempersiapkan destinasi wisata.
Selain itu, Status Geopark Nasional juga memberikan peluang bagi pemberdayaan masyarakat, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah maupun peningkatan ekonomi masyarakat. (Pro_kopim/Endang)
RILIS PERS, Nomor : 148145 /PRO_KOPIM/2023

