Wakil Bupati Natuna Pimpin Audiensi dengan Forkompimda Bersama Seskoal

Dalam rangka pemberdayaan potensi sumber daya nasional diwilayah Natuna, Seskoal bersama Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar audiensi bersama Forkopimda yang disejalankan dengan diskusi publik dalam rangka Forum Strategi Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Seskoal yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, rabu (26/6) Pagi.

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda dalam sambutannya menyampaikan bahwa Laut Natuna Utara merupakan salah satu wilayah laut strategis di wilayah perbatasan Indonesia.

Kekayaan alam terutama dalam sektor perikanan, Maritim dan energi membuat wilayah ini menjadikan Natuna sebagai salah satu penyumbang pemasukan negara yang patut menjadi perhatian dan mendapatkan penjagaan ekstra oleh negara.

Rodhial menerangkan, jika ditarik garis 180 derajat melingkari Kabupaten Natuna, maka daerah ini berada dijalur emas perdagangan Asia karena berbatasan langsung dengan beberapa negara di Asia Tenggara.

Hal inilah yang menyebabkan Natuna dijuluki sebagai ‘Mutiara di ujung Utara Indonesia’, bukan hanya karena letaknya yang strategis, namun juga karena memiliki sumberdaya alam yang menjadi perhatian dunia.

Lebih lanjut Rodhial menyampaikan bahwa blue print pembangunan wilayah perbatasan sebagai poros maritim Indonesia saat ini, belum diperkuat dengan aturan dasar yang mengatur wilayah laut secara spesifik, karena belum ada regulasi pasti yang menyatakan bahwa laut menjadi wilayah pasti sebuah negara, melainkan baru bersifat Unclos yang mengakui bahwa perairan Natuna menjadi bagian Batas Wilayah Kedaulatan NKRI, baru pada tahun 1960 terbit UU Perairan yang sudah diamandemen sampai 4 kali.

Menurut Rodhial, Laut itu warisan dunia dan tidak boleh dikavling secara kehendak pribadi. Namun demikian wilayah perairan baru boleh kita akui jika bangsa maupun daerah ini mampu memenuhi dengan berbagai aktifitas perairan, baik transportasi dagang, maupun aktifitas sektor perikanan.

Dengan kata lain, jikalau Indonesia tidak memenuhi lautnya dengan kapalnya sendiri, maka Indonesia hanya akan memiliki laut pada batas administratif imajiiner, di atas peta saja.

Dalam kesempatan yang sama Dosen Pembimbing Pasis Dikreg Seskoal, Kolonel Laut (P) Agus Prabowo Adi, S.E dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam dalam program ini, yang menjadi fokus penelitian Seskoal adalah pemberdayaan potensi sumber daya nasional di wilayah Natuna, guna menghadapi ancaman militer di Alki I, dalam rangka mendukung strategi pertahanan Negara dilaut.

Lebih lanjut, Kolonel Agus menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali para perwira siswa dengan kemampuan mengumpulkan data tentang sumber daya nasional aspek maritim suatu wilayah melalui penelitian dan peninjauan.

Kegiatan Forum Strategi KKDN di Kabupaten Natuna dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 24 sampai 27 Juni 2024, diikuti oleh 10 perwira siswa (9 perwira siswa dari TNI AL dan 1 perwira siswa dari Polri), didampingi oleh 3 dosen dan 3 tim koordinasi.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Sekda Kabupaten Natuna, Danlanud, Kapolres, Danposit, Danlanal , Kajari, Ka. Basarnas, Ka. Pengadilan Negeri dan beberapa Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna. (Pro_kopim/Patli)

PERS, Nomor : 148308 /PRO_KOPIM/2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *